Ringkasan Berita:
- FBI menangkap Jessica Bowie (35) di New York karena diduga merencanakan serangan bom di Gedung Capitol Negara Bagian New York untuk mendukung ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Rencana tersebut digagalkan melalui operasi penyamaran, dengan seorang agen FBI bahkan menyamar sebagai sopir untuk membawa Bowie membeli material.
- Bowie juga diduga mengintai gedung-gedung, menargetkan pejabat publik, dan berencana melarikan diri ke wilayah ISIS di Suriah.
Rencana tersebut digagalkan melalui operasi penyamaran, dengan seorang agen FBI bahkan menyamar sebagai sopir untuk membawa Bowie membeli material.
RakyatPos.id, NEW YORK – Seorang wanita asal Albany, New York, Amerika Serikat ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) setelah diduga merencanakan serangan bom di Gedung Capitol Negara Bagian New York.
Menariknya, rencana ini digagalkan melalui operasi penyamaran.
Salah satu agen FBI bahkan berperan sebagai orang yang membantu tersangka mendapatkan berbagai keperluan untuk merealisasikan rencana penyerangan.
Wanita yang ditangkap bernama Jessica Bowie (35).
Dia ditangkap pada Rabu (19/8/2026) waktu setempat, setelah penyidik mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan rencana penyerangan yang disebut-sebut terkait dukungan terhadap kelompok teror ISIS.
Dalam operasi ini, agen FBI menyamar dan berpura-pura membantu Bowie mempersiapkan tindakan yang direncanakannya.
Bahkan, sang agen memberi Bowie 200 dolar AS atau sekitar Rp. 3,5 juta dan membawanya ke toko bangunan untuk membeli beberapa bahan yang ingin ia gunakan.
Baca juga: Mantan Mata-Mata AS Monica Witt Membelot ke Iran, Kini Diburu FBI, Kepalanya Diganjar Hadiah Rp 3,5 Miliar
Tanpa mengetahui dirinya sedang berinteraksi dengan petugas yang menyamar, Bowie kemudian membeli materi tersebut.
Setelah keluar dari toko, ia mendiskusikan barang yang baru saja dibelinya dengan dua agen yang menyamar.
Berdasarkan informasi yang diberikan dalam dokumen kasus, Bowie bahkan mempertanyakan apakah paku yang dibelinya cukup besar untuk digunakan dalam rencana penyerangan.
Operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan FBI atas dugaan rencana serangan yang menargetkan Gedung Capitol Negara Bagian New York.
Penyidik juga menemukan bukti bahwa Bowie beberapa kali mengunjungi area gedung sebelum penangkapannya.
Dalam sejumlah kunjungan tersebut, Bowie disebut-sebut telah melakukan pengintaian dan mengambil foto gedung tersebut.




















