Ringkasan Berita:
- Pertamina EP Rantau Field mengadakan Kelas Pemberdayaan bagi 35 siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang untuk memberikan pembelajaran tentang mitigasi bencana dan kepedulian terhadap lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Kegiatan yang dilakukan antara lain penyerahan peralatan kebersihan dan penanaman 42 bibit pohon bersama siswa, guru dan pengelola Lapangan PEP Rantau sebagai upaya mitigasi banjir dan penanganan dampak perubahan iklim.
- Program ini merupakan wujud komitmen PEP Rantau terhadap pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Pertamina EP Rantau Field mengadakan program “Kelas Pemberdayaan” berupa pembelajaran tanggap bencana dan peduli lingkungan kepada 35 siswa di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang.
Pelatihan ini merupakan pengetahuan dasar yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat berkebutuhan khusus.
Kelas Pemberdayaan yang dimulai pada pagi hari ini diikuti oleh siswa SLBN tingkat SD, SMP, dan SMA dengan berbagai latar belakang berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini bekerjasama dengan kelompok binaan Satgas Digdaya dan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPMP) Pertamina.
Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Budi Gunawan mengatakan, pendidikan kebencanaan dan kesadaran lingkungan sangat penting bagi siswa yang membutuhkan pendekatan khusus.
Oleh karena itu, kegiatan Kelas Berdaya ini dapat memberikan pengetahuan baru tentang cara mengurangi risiko bencana dan menjaga kelestarian lingkungan.
Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi Telepon Interpol dan Diplomat Lacak Keberadaan Korban TIP
“Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak berkebutuhan khusus.
Mereka diajarkan untuk terlibat dalam aksi reboisasi dan belajar tentang mitigasi bencana. “Kelas Pemberdayaan sangat membantu dalam membangun rasa percaya diri, kesadaran sosial dan karakter peduli lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penyerahan puluhan jenis peralatan kebersihan. Seperti sapu, gayung, kain pel dan ember.
Selanjutnya siswa dan guru serta perwakilan pengelola Lapangan PEP Rantau menanam 42 bibit pohon di halaman sekolah.
“Penanaman pohon sebagai mitigasi berbasis alam untuk mengurangi risiko banjir dan dampak perubahan iklim.
“Seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil tindakan nyata dalam menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Baca juga: Cegah Stunting, Aceh Tamiang Perbanyak Menu Ikan, Ini Pemenang Lomba Masak
Sementara itu, Plt Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau, Mulki Hakiem Adli Mustaqiem mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) secara berkelanjutan.
Program Kelas Berdaya diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kapasitas peserta didik dan siswa berkebutuhan khusus.




















