Wabah Cyclospora Menyerang Amerika Serikat, Membuat Penderitanya Buang Air Besar Berkali-kali

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Wabah siklosporiasis terbesar sepanjang sejarah melanda Amerika Serikat dengan ribuan kasus infeksi parasit Cyclospora di 41 negara bagian, khususnya Michigan.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Penderitanya mengalami diare parah, kram perut, dan buang air besar 15-20 kali sehari, sedangkan sumber penularannya masih diselidiki otoritas kesehatan.
  • FDA dan CDC terus menyelidiki penyebab wabah tersebut, sementara warga diminta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi buah dan sayur segar.

Penderitanya mengalami diare parah, kram perut, dan buang air besar 15-20 kali sehari, sedangkan sumber penularannya masih diselidiki otoritas kesehatan.

RakyatPos.id, WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) saat ini sedang menghadapi wabah siklosporiasis terbesar sepanjang sejarah setelah ribuan kasus infeksi parasit Cyclospora dilaporkan di puluhan negara bagian.

Wabah ini memicu kepanikan di sejumlah daerah, terutama di negara bagian Michigan yang merupakan wilayah dengan jumlah kasus tertinggi.

Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini menyebabkan penderitanya mengalami diare parah, kram perut parah, bahkan harus bolak-balik ke toilet puluhan kali dalam sehari.

Hingga saat ini, otoritas kesehatan Amerika masih menyelidiki sumber utama penyebaran wabah tersebut yang belum dapat dipastikan.

Salah satu pasiennya, Nick Palmiter (29), warga Monroe County, Michigan, mengaku awalnya mengira dirinya hanya mengalami diare biasa ketika gejalanya mulai muncul pada awal Juli 2026.

Namun, kondisi kesehatannya semakin memburuk dari hari ke hari.

Ia mengatakan, rasa sakit di perutnya semakin parah disertai rasa ingin buang air besar yang terus-menerus.

Dalam kondisi terburuknya, Palmiter harus ke kamar mandi sekitar 15 hingga 20 kali setiap hari.

“Saya benar-benar kesakitan. Rasanya seperti ada tekanan yang sangat besar dan gelembung udara yang tidak henti-hentinya berada di perut saya,” ujarnya.

Atas saran rekan-rekannya, Palmiter akhirnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: Khasiat Daun Jeruk: Menyembuhkan Luka dan Mencegah Diare, Berikut Ulasannya

Dari hasil pemeriksaan, ia didiagnosis mengidap siklosporiasis, yaitu infeksi usus akibat parasit Cyclospora yang saat ini mewabah di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Menurut data otoritas kesehatan, wabah ini telah menginfeksi ribuan orang di setidaknya 41 negara bagian.

Michigan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, dengan lebih dari 7.000 kasus dilaporkan atau masih dalam penyelidikan.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Malaysia Tegas Menolak Mengakui Israel, Mengabaikan Tekanan AS dan Tetap Mendukung Palestina
Kecelakaan e-bike Sheboygan menewaskan remaja berusia 14 tahun di daerah Beloit
Presenter TVRI Yanto yang hilang di Arfak Papua ditemukan tewas setelah 9 hari pencarian
Negosiasi Gagal, AS Siap Melancarkan Aksi Militer Besar-besaran terhadap Iran
Kumpulan Kalender SEC Hoops – Komodor Vanderbilt
Lu Yang Bubarkan FPI, Kini Teriak Amar Ma'ruf Nahi Munkar!
Mantan Pacarnya Diculik, Pemuda Ini Ditangkap
PEMBARUAN LANGSUNG: Wisconsin panas, kemungkinan cuaca buruk pada hari Senin

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:42 WIB

Malaysia Tegas Menolak Mengakui Israel, Mengabaikan Tekanan AS dan Tetap Mendukung Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:40 WIB

Kecelakaan e-bike Sheboygan menewaskan remaja berusia 14 tahun di daerah Beloit

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:28 WIB

Presenter TVRI Yanto yang hilang di Arfak Papua ditemukan tewas setelah 9 hari pencarian

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:11 WIB

Negosiasi Gagal, AS Siap Melancarkan Aksi Militer Besar-besaran terhadap Iran

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:09 WIB

Kumpulan Kalender SEC Hoops – Komodor Vanderbilt

Berita Terbaru

HEADLINE

Kumpulan Kalender SEC Hoops – Komodor Vanderbilt

Selasa, 28 Jul 2026 - 00:09 WIB