Jayapura, RakyatPos.id – Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon, Matthew Wale mengucapkan selamat kepada timnas U-16 Kepulauan Solomon atas keberhasilannya lolos ke Piala Dunia FIFA U-17 2027.
Prestasi luar biasa tersebut mengharumkan nama bangsa sekaligus menginspirasi generasi baru pesepakbola muda Kepulauan Solomon yang akan bergabung dengan Fiji dan Selandia Baru di Piala Dunia FIFA U-17 2027, demikian dikutip RakyatPos.id dari akun facebook.com Federasi Sepak Bola Pulau Solomon, Senin (27/7/2026).
Kepulauan Solomon lolos ke Piala Dunia U-17 FIFA setelah mengalahkan Papua Nugini melalui adu penalti di Kejuaraan OFC U-16.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim besutan Henry Fa'arodo sempat berada dalam posisi tertekan hampir sepanjang pertandingan perebutan tempat ketiga Kejuaraan U-16 Putra OFC 2026.
Namun, mereka berhasil meraih kemenangan dan merebut satu tempat di Piala Dunia dari Papua Nugini (PNG) melalui gol penyeimbang di menit-menit akhir dan empat tendangan penalti apik dalam adu penalti.
Kemenangan ini mengirim Kepulauan Solomon ke Piala Dunia U-17 FIFA untuk kedua kalinya, dan yang pertama dalam delapan tahun, setelah sebelumnya lolos ke turnamen tersebut pada tahun 2019.
Ini juga merupakan pencapaian tertinggi mereka di Kejuaraan U-16 Putra OFC sejak menjadi tuan rumah kompetisi tersebut pada tahun 2018.
Papua Nugini dan penyerangnya, Boas Tommy, menyia-nyiakan peluang terbaik di babak pertama yang berakhir tanpa gol.
Dua kali Tommy gagal memanfaatkan peluang, nyaris berlari tepat ke pelukan kiper Eddie Aefi usai menerima umpan terobosan.
Dalam upaya lolos ke Piala Dunia FIFA U-17 untuk pertama kalinya, kegugupan terlihat jelas dari tuan rumah turnamen. Gawang mereka terancam ketika tendangan bebas jarak jauhnya membentur mistar gawang dan dibantu oleh sarung tangan Aefi.
Sebelumnya, sundulan bek Bomecge Basananuc dari tendangan sudut berikutnya berhasil dihalau dari garis gawang.
Pada akhirnya tekanan tersebut membuahkan hasil, dan kapten Matthew Sopo-lah yang memberikan terobosan bagi Papua Nugini pada menit ke-66.
Sang gelandang menjadi pemain pertama yang menerkam bola lepas di tepi kotak penalti, melepaskan tembakan langsung yang luar biasa ke sudut kiri atas gawang dengan kaki kanannya.
Gol Sopo tampaknya akan menjadi penentu, namun meski kehilangan penguasaan bola hampir sepanjang pertandingan, Kepulauan Solomon berhasil mencetak gol penyeimbang yang luar biasa untuk membawa pertandingan perebutan tempat ketiga ke adu penalti dengan enam menit waktu normal tersisa.
Kiper PNG, Luther Rodney, gagal menguasai bola umpan silang reguler di kotak penalti, sehingga Andriano Kabolo berhasil memasukkan bola ke gawangnya pada menit ke-84.
Kepulauan Solomon kalah adu penalti dari Fiji di semifinal, namun kali ini mereka tampil lebih tenang dengan memanfaatkan dua tendangan penalti yang gagal dari Papua Nugini untuk memastikan tempat mereka di Piala Dunia.
George Lea'i mencetak gol penalti kemenangan, memicu adegan emosional di kedua belah pihak, ketika Papua Nugini tampak sedih saat mereka yang mengenakan seragam Kepulauan Solomon merayakan tempat mereka di Piala Dunia di Qatar tahun depan.
















