Hodeidah Diserang, Yaman Ancam Balas Arab Saudi! Konflik Timur Tengah Semakin Memanas

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi yang merupakan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan itu melancarkan serangan udara ke kawasan Hodeidah, Yaman.

Serangan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah di Sanaa. Pihak berwenang Yaman memperingatkan bahwa operasi militer tersebut telah melewati “garis merah” dan akan menghadapi reaksi balasan.

Mengutip laporan Al Mayadeen, pada Sabtu (25/7), informasi tersebut juga disampaikan melalui kantor berita resmi Yaman, SABA, yang memberitakan perkembangan situasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komando Pasukan Gabungan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim serangan udara tersebut merupakan respons militer yang ditujukan terhadap sasaran yang mereka anggap sebagai fasilitas militer yang sah.

Baca juga: VIDEO Ikuti Jejak AS, Arab Saudi Kini Harus Menahan Kemarahan Yaman

Koalisi juga menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran komersial di Laut Merah dan menjaga keamanan aset milik Kerajaan Arab Saudi di wilayah tersebut.

Namun kantor berita SABA menyampaikan versi berbeda. Media memberitakan, serangan udara juga melanda kawasan pelabuhan, jaringan telekomunikasi, dan kawasan pemukiman di Pulau Kamaran.

Akibat penyerangan tersebut, sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak, dan seorang warga sipil perempuan dikabarkan terluka.

Situasi di udara pun dilaporkan memanas. Menurut pihak Yaman, sistem pertahanan udara mereka berhasil menangkis serangan tersebut dan memaksa sejumlah jet tempur Saudi meninggalkan wilayah udara Yaman.

Pasca kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa pengeboman di Hodeidah telah membuka babak baru konflik yang mereka sebut sebagai fase “eskalasi demi eskalasi”.

Baca juga: VIDEO Pemimpin Tertinggi Militer Iran Janjikan Hidup Seumur Hidup, Targetkan Tentara AS

Pemerintah di Sanaa menekankan bahwa Arab Saudi harus bertanggung jawab atas semua dampak yang ditimbulkan dari operasi militer tersebut, termasuk kerusakan infrastruktur dan korban sipil yang dilaporkan.

Yaman juga menilai langkah Riyadh justru memperburuk situasi keamanan regional di tengah meningkatnya ketegangan dan belum adanya penyelesaian atas berbagai permasalahan yang mendasari konflik tersebut.

Dalam pernyataannya, militer Yaman menyebut serangan udara tersebut sebagai tindakan yang akan menimbulkan konsekuensi serius jika terus berlanjut.

Sanaa memperingatkan bahwa tindakan militer selanjutnya berpotensi memicu respons yang lebih luas dan mengubah dinamika konfrontasi di kawasan Timur Tengah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait ancaman balasan yang dilancarkan Yaman. Sementara itu, klaim mengenai serangan pertahanan udara, kerusakan dan keberhasilannya masih menunggu verifikasi dari sumber independen.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Pemain golf veteran Kepulauan Cook mendapat kehormatan memimpin negara sebagai pembawa bendera Commonwealth Games
Polres Sabang Tetapkan Tiga Tersangka Pencurian Uang dan Emas Rp 481 Juta
Perang AS-Iran terhenti untuk memberi 'ruang' pada pembicaraan damai
Lebih dari 500 Orang Asing Ilegal Telah Dideportasi dari PNG
Kuasa Hukum Tolak Komentari Kematian Misterius Karumga Febrie Adriansyah
Pembaruan langsung uji coba Lindsay Clancy saat pernyataan pembukaan dimulai – NBC Boston
Pegadaian Syariah Banda Aceh Salurkan 150 Paket Sembako kepada Tukang Becak
Kepulauan Solomon Lolos ke Piala Dunia FIFA U-17 2027

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:14 WIB

Pemain golf veteran Kepulauan Cook mendapat kehormatan memimpin negara sebagai pembawa bendera Commonwealth Games

Senin, 27 Juli 2026 - 21:55 WIB

Polres Sabang Tetapkan Tiga Tersangka Pencurian Uang dan Emas Rp 481 Juta

Senin, 27 Juli 2026 - 21:39 WIB

Perang AS-Iran terhenti untuk memberi 'ruang' pada pembicaraan damai

Senin, 27 Juli 2026 - 21:32 WIB

Lebih dari 500 Orang Asing Ilegal Telah Dideportasi dari PNG

Senin, 27 Juli 2026 - 21:21 WIB

Kuasa Hukum Tolak Komentari Kematian Misterius Karumga Febrie Adriansyah

Berita Terbaru

HEADLINE

Lebih dari 500 Orang Asing Ilegal Telah Dideportasi dari PNG

Senin, 27 Jul 2026 - 21:32 WIB