Ringkasan Berita:
- Desain gedung Kopdes Merah Putih dikritik karena dianggap terlalu seragam dan tidak mempertimbangkan keberagaman karakter dan potensi ekonomi masing-masing desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Gedung KDMP seluas 600 meter persegi didominasi oleh gudang, sedangkan ruang ritel dan layanan kesehatan memiliki luas yang relatif lebih kecil.
- Desa dipandang perlu diberikan ruang untuk menentukan desain, ukuran dan jenis usaha koperasi sesuai dengan kebutuhan, lokasi dan potensi ekonomi masyarakat setempat.
RakyatPos.id – Konsep gedung Kopdes Merah Putih mendapat kritik karena dianggap terlalu seragam dengan kondisi desa-desa di Indonesia.
Desain bangunan seluas 600 meter persegi ini lebih didominasi area pergudangan dibandingkan ruang layanan masyarakat.
Kondisi ini dinilai lebih cocok bagi desa-desa yang mengandalkan sektor pertanian dan komoditas pertanian.
Faktanya, tidak semua desa memiliki karakteristik ekonomi dan mata pencaharian masyarakat yang sama.
Area gudang dianggap dapat digunakan untuk fasilitas produktif seperti lapangan padel, sepak bola mini, ruang serbaguna atau balai komunitas.
Pemanfaatan alternatif tersebut berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi koperasi dan pemerintah desa.
Namun pembangunan dan pengembangan fasilitas tetap harus mempertimbangkan lokasi dan ketersediaan lahan.
Baca juga: Calon Pengurus Kopdes Merah Putih Batal Jadi Tentara Cadangan, Kini Hanya Belajar Bela Negara
Oleh karena itu, desain Kopdes Merah Putih dirasa perlu lebih fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi perekonomian setempat.
Yoval Julianto, arsitek dari Dreamlabs Architects mengungkapkan, dari analisis desain standar bangunan KDMP yang dirilis Agrinas, desain Kopdes Merah Putih terlalu menggeneralisasi kondisi desa.
Menurutnya, koperasi sebenarnya merupakan sistem usaha yang harus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, tidak diwujudkan dalam bentuk bangunan yang sama di semua daerah.
Ia memahami, bangunan yang dirancang Agrinas bisa jadi ditujukan untuk menyimpan pupuk dan komoditas pertanian.
Namun desain dan luas bangunan KDMP sebaiknya tidak dibuat seragam.
“Belum ada arahan khusus untuk fungsi gudang, namun jika kita analisa denah ini terlihat bahwa sang desainer ingin menggambarkan ‘koperasi ideal’ di sebuah desa,” jelas Yoval, dikutip Minggu (12/7/2026).
“Gudang besar itu kemungkinan disiapkan untuk menyimpan pupuk dan hasil panen desa untuk dijual. Barang-barang ini sifatnya curah sehingga memakan tempat dan membutuhkan tempat yang luas,” ujarnya lagi.
Baca juga: Kisah Novia Rahmadhani Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Ini Kata Keluarga
Gudang Mendominasi Gedung KDMP
Berdasarkan rencana bangunan yang dianalisis, luas keseluruhan Kopdes Merah Putih mencapai 600 meter persegi dengan dimensi kurang lebih 20 x 30 meter.

















