Popularitas: Sikap diam terhadap kejahatan pendudukan di Gaza merupakan mandat terbuka untuk melanjutkan tindakan tersebut

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Front Populer untuk Pembebasan Palestina mengatakan pada hari Kamis bahwa diamnya dunia internasional atas kejahatan pendudukan Israel di Jalur Gaza adalah mandat terbuka untuk terus mengubah Jalur Gaza menjadi kuburan massal.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Front menegaskan dalam pernyataan pers bahwa pemboman pendudukan hari ini terhadap tenda-tenda pengungsi di Mawasi Khan Yunis, yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, dan tubuh anak-anak berubah menjadi bagian-bagian tubuh, adalah kejahatan perang sepenuhnya. Hal ini menunjukkan strategi Zionis yang konsisten dalam menerapkan fait accompli dengan menjadikan Gaza sebagai neraka yang tidak dapat ditinggali, dengan terus melakukan pembantaian dan melanggar perjanjian tanpa akuntabilitas atau pengawasan.

Dia menambahkan, “Kami tidak memisahkan pembunuh langsung Zionis dari pemerintahan Amerika yang memberikan entitas ini mandat untuk membunuh dan lampu hijau. Washington adalah mitra organik dalam pembantaian yang sedang berlangsung ini, dengan memberikan dukungan militer, kekebalan hukum, dan payung politik bagi para penjahat perang, sehingga pertumpahan darah anak-anak kita tetap menjadi noda abadi yang menghantui komunitas internasional, yang telah gagal secara moral dan hukum dalam uji coba di Gaza.”

Dia menekankan bahwa pembantaian ini membuktikan sekali lagi bahwa musuh kriminal ini tidak menghormati perjanjian gencatan senjata, dan merupakan sebuah entitas yang didasarkan pada pengkhianatan dan pemalsuan alasan keamanan untuk meloloskan rencana genosida, pengungsian dan pembersihan etnis.

Laporan ini menyerukan komunitas internasional untuk tidak hanya sekedar mengecam, namun juga secara efektif mengekang kerusuhan Zionis ini. Menimbang bahwa sikap diam terhadap kejahatan-kejahatan ini merupakan otorisasi terbuka bagi pendudukan untuk terus mengubah Jalur Gaza menjadi kuburan massal.

Dia menyimpulkan dengan yakin bahwa upaya musuh untuk melanjutkan agresi dan upaya untuk mengambil keuntungan politik melalui darah orang-orang tak berdosa akan dihancurkan oleh ketabahan rakyat kita, dan menekankan bahwa kebijakan memaksakan fait accompli dengan darah dan api hanya akan meningkatkan kepatuhan kita terhadap hak-hak kita dan pilihan perlawanan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak
Ditengah Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejaksaan Agung Siapkan Mobil Tahanan
Kehadiran Bobon Santoso dan Pangdam Cenderawasih dinilai bisa menjadi pengalih perhatian

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:24 WIB

Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:26 WIB

Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terbaru

HEADLINE

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:34 WIB