Perdana Menteri Keir Starmer mengecam niat presiden AS untuk mengakuisisi Greenland
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam minat baru Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi pulau Greenland yang memiliki pemerintahan mandiri di Denmark.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan Starmer muncul setelah Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Trump untuk berhenti membuat pernyataan “ancaman” terhadap sesama anggota NATO.
“Denmark adalah sekutu dekat Eropa, sekutu dekat NATO. Oleh karena itu, masa depan harus menjadi milik Greenland, Kerajaan Denmark, dan hanya Greenland dan Kerajaan Denmark,” Starmer mengatakan kepada editor politik Sky News Beth Rigby pada hari Senin, sambil menawarkan dukungan kepada Frederiksen.
“Saya mendukungnya. Dia benar tentang masa depan Greenland,” Starmer menambahkan.
Menteri Luar Negeri Yvette Cooper mengatakan kepada House of Commons bahwa Inggris akan terus bekerja sama dengan Denmark dalam masalah keamanan. “Masa depan Greenland adalah urusan warga Greenland dan Denmark, dan bukan urusan orang lain,” katanya.
Trump telah menyarankan agar AS mengendalikan pulau Arktik tersebut mengingat lokasinya yang strategis. “Kami benar-benar membutuhkan Greenland,” kata presiden kepada The Atlantic dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, mengutip persaingan dengan angkatan laut Rusia dan Tiongkok.
Di masa lalu, dia juga bersikeras bahwa AS harus mencaplok Kanada dan mengembalikan kendali atas Terusan Panama.
Trump menyatakan kembali ketertarikannya terhadap Greenland tidak lama setelah AS menginvasi Venezuela dan menculik Presiden negara tersebut Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dituduhnya melakukan perdagangan narkoba. Operasi militer tersebut telah dikutuk oleh pemerintah Venezuela, serta oleh Rusia dan Tiongkok.
Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

















