Ringkasan Berita:
- Dalam pernyataannya, Ghalibaf menekankan prinsip “semua atau tidak sama sekali”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Menurutnya, jika Iran dilarang mengekspor minyak atau menjadi sasaran ancaman keamanan, maka negara-negara lain di kawasan tidak bisa mengharapkan ekspor energinya aman.
RakyatPos.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika kembali meningkat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengeluarkan peringatan keras bahwa keamanan kawasan Teluk tidak akan terjamin jika keamanan dan kepentingan Iran terus ditekan.
Dalam pernyataannya, Ghalibaf menekankan prinsip “semua atau tidak sama sekali”. Menurutnya, jika Iran dilarang mengekspor minyak atau menjadi sasaran ancaman keamanan, maka negara-negara lain di kawasan tidak bisa mengharapkan ekspor energinya aman.
“Di daerah di mana kami tidak menjual minyak, tidak ada yang akan menjual minyak. Jika keamanan kami tidak terjamin, maka tidak ada infrastruktur yang aman,” tegas Ghalibaf.
Ia juga menyatakan, situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum konflik, selama masih ada kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Baca juga: Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
Pernyataan ini menegaskan posisi Teheran bahwa keamanan di kawasan Teluk adalah satu kesatuan. Iran menilai segala upaya untuk membatasi ekspor minyaknya, menerapkan blokade, atau melancarkan serangan militer akan berdampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan.
Peringatan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran menyusul insiden yang melibatkan pelayaran di Selat Hormuz.
Trump menekankan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal yang menggunakan rudal, drone, atau senjata lainnya akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.
Ancaman ini disampaikan pasca tewasnya personel militer AS dalam serangkaian konflik regional. Trump menegaskan pemerintahannya akan memberikan respons yang kuat dan mengatakan keputusan tersebut tidak dipengaruhi oleh pertimbangan politik dalam negeri.
Sebagai tanggapan, Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur negaranya akan dibalas dengan serangan terhadap fasilitas dan infrastruktur energi yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Teluk, terutama di negara-negara di mana pangkalan militer AS berada.
Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang merupakan salah satu jalur ekspor minyak terpenting dunia. Iran terus meningkatkan tekanan terhadap pelayaran di wilayah tersebut, sementara Washington berkomitmen untuk menjaga kebebasan navigasi.
Pada saat yang sama, krisis menyebar ke Laut Merah setelah kelompok Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran, mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran baru mengenai jalur ekspor energi melalui Laut Merah, yang semakin diandalkan Riyadh belakangan ini.
Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah memicu kekhawatiran pasar global. Gangguan terhadap dua jalur pelayaran strategis ini berpotensi mempengaruhi pasokan energi dunia, mendongkrak harga minyak, meningkatkan biaya pelayaran, dan meningkatkan risiko ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

















