Warga Palestina mempertaruhkan nyawa melintasi tembok pemisah untuk mencapai Yerusalem – RakyatPos.id

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penduduk Tepi Barat yang diduduki terlihat pada hari Minggu, 28 Desember, memanjat tembok pemisah di dekat kota Ram di Palestina, di utara Yerusalem Timur yang diduduki, mempertaruhkan nyawa mereka dengan mengambil rute berbahaya dalam upaya mencapai kota Yerusalem, Anadolu laporan.

Upaya tersebut menimbulkan risiko yang mengancam jiwa, termasuk kemungkinan terjatuh dari ketinggian dan mengalami luka parah, serta bahaya tentara Israel melepaskan tembakan pada saat tertentu.

Penduduk di wilayah tersebut mengatakan jumlah penyeberangan ini meningkat karena memburuknya kondisi ekonomi dan terbatasnya kesempatan kerja di Tepi Barat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyusul pecahnya Intifada Al-Aqsa pada tahun 2000, Israel mulai membangun Tembok Pemisah pada tahun 2002, dengan alasan “keamanan”, di sepanjang perbatasan antara Tepi Barat yang diduduki dan Israel.

Akibat tembok tersebut, hampir tiga juta warga Palestina di Tepi Barat tidak dapat dengan bebas mengakses Yerusalem Timur atau Israel yang diduduki.

Pasukan Israel dan pemukim ilegal telah membunuh sedikitnya 1.103 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000 orang, dan menahan sekitar 21.000 orang sejak Oktober 2023, menurut data Palestina.

Dalam opini penting bulan Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel di wilayah Palestina ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jawab Kritik Yusril dan Pigai, KDM Klaim Kompetisi Tangkap Perampok Turunkan Kejahatan di Jabar
Rombongan OTT Pemalang Tiba di Gedung KPK, Ada Istri Bupati Anom Widiyantoro
Tak melarang, begitulah cara SMP Bumi Usaha Cendekia Yogyakarta mengalihkan siswanya dari penggunaan gadget
Sengketa Papua Barat: Irredentisme Indonesia
Dua Anak Satpam yang Meninggal di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa Belajar, Kemensos Berikan Bantuan
Apa yang Dikatakan dan Apa yang Terjadi
Keterampilan Menulis di Era Digital, Kadispenad: Bisa, Karena Biasa
Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:10 WIB

Jawab Kritik Yusril dan Pigai, KDM Klaim Kompetisi Tangkap Perampok Turunkan Kejahatan di Jabar

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:50 WIB

Rombongan OTT Pemalang Tiba di Gedung KPK, Ada Istri Bupati Anom Widiyantoro

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:35 WIB

Tak melarang, begitulah cara SMP Bumi Usaha Cendekia Yogyakarta mengalihkan siswanya dari penggunaan gadget

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:27 WIB

Dua Anak Satpam yang Meninggal di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa Belajar, Kemensos Berikan Bantuan

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:07 WIB

Apa yang Dikatakan dan Apa yang Terjadi

Berita Terbaru