Jakarta, tniad.mil.id – Kemampuan menulis merupakan salah satu kompetensi yang harus terus diasah oleh setiap perwira informasi TNI Angkatan Darat di tengah pesatnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Keterampilan tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses belajar dan latihan yang berkesinambungan, sejalan dengan pepatah “semaksimal mungkin karena itu wajar”. Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, SE, M.Han., saat membuka Workshop Penulisan Informasi TNI AD Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Selasa (29/7/2026).
Kadispenad dalam sambutannya menegaskan, kemampuan menulis merupakan bagian dari profesionalisme prajurit TNI AD dan PNS dalam mendukung komunikasi publik institusi. “Saya ingin seluruh tenaga informasi mempunyai kemampuan menulis yang baik. Namun kemampuan tersebut harus terus diasah agar semakin mahir, sehingga mampu menghasilkan narasi yang bermanfaat bagi unit dan pengembangan pribadinya masing-masing,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap ilmu yang didapat dalam workshop ini terus dipraktikkan. Menurutnya, semakin sering seseorang menulis, maka semakin kuat pula kemampuan tersebut tertanam dalam pola pikirnya. Bahkan setelah lama tidak digunakan, skill tersebut akan lebih mudah diaktifkan kembali karena sudah menjadi kebiasaan.
Workshop yang diikuti oleh 100 peserta offline dan 30 peserta online dari jajaran informasi dan perwakilan satuan TNI AD di berbagai wilayah Indonesia ini dirancang sebagai workshop yang memadukan teori dan praktik penulisan. Dimana peserta dibekali kemampuan mengolah fakta, menentukan sudut pandang, dan menyusun narasi yang komunikatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Direktur Utama Naralingual Ivan Lanin mengatakan menulis bukanlah kemampuan alamiah manusia, melainkan sebuah keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih secara terus menerus. Sebaliknya, yang secara naluriah dimiliki manusia adalah kemampuan bercerita. Oleh karena itu, peserta diajak untuk memahami cara mengembangkan cerita menjadi tulisan yang runtut, efektif, dan bermakna, dengan menguasai struktur tulisan, mulai dari wacana, paragraf, kalimat, diksi, hingga ejaan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Produser dan penulis Bespoke Lab Indira Saraswaty mengenai penyusunan narasi strategis dan teknik mengemas data dan informasi resmi ke dalam tulisan yang relevan, menarik dan mampu membangun opini publik yang konstruktif.
Pada sesi penutup, Kasubdislisstra Dispenad Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati, SH, M.Han., memaparkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menunjang proses penulisan. Menurutnya, AI mampu mempercepat pemrosesan informasi, namun tidak bisa menggantikan peran manusia dalam memberikan arahan, nilai, empati, dan tanggung jawab dalam menulis. “AI bisa membantu kita menemukan kata-kata, tapi hanya manusia yang mampu memberikan arahan, nilai, empati, dan tanggung jawab pada tulisan,” tegasnya.
Di akhir workshop diumumkan pemenang Penulisan Terbaik yaitu Koptu Eko W. Purnomo sebagai juara I, Lettu Chk Muhammad Rizky Royhan sebagai juara kedua, dan Serda M. Hasan Azwar sebagai juara ketiga. Apresiasi juga diberikan kepada tiga peserta teraktif yaitu Sersan Narotama, Sersan M. Asep, dan Letjen Arh Budisep Silalahi.
Menutup kegiatan, Kadispenad melalui sambutan yang dibacakan oleh Sesdispenad Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono, SE, M.Han., mengajak seluruh peserta untuk menjadikan keterampilan menulis sebagai bagian dari budaya profesionalisme prajurit. Dengan kemampuan menulis yang terus berkembang, insan informasi TNI AD diharapkan mampu memberikan komunikasi publik yang akurat, edukatif, humanis dan adaptif sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD. (Dispenad)















