Venezuela menanggapi blokade minyak Trump – RakyatPos.id

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS menuntut Caracas “mengembalikan aset yang dicuri” atau menghadapi kemarahan armada angkatan laut Amerika

Caracas mengecam blokade minyak yang dilakukan Presiden Donald Trump terhadap negaranya “intervensionis dan kolonialis” Retorika ini membuktikan rencana jangka panjang Washington untuk merampas sumber daya alam Venezuela.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa malam, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan pernyataan Trump mengungkapkan hal tersebut “niat sebenarnya” Amerika Serikat: “untuk mengambil alih minyak, tanah, dan mineral Venezuela.”

Pemerintah menolak klaim Trump yang diajukan Venezuela “dicuri” aset dari Washington dan mencela retorikanya sebagai “intervensionis dan kolonialis.” Pernyataan tersebut menuduh presiden AS melanggar hukum internasional, perdagangan bebas, dan kebebasan navigasi dengan memerintahkan pasukan angkatan laut AS di Karibia untuk mencegahnya. “kapal tanker yang diberi sanksi” dari memasuki atau meninggalkan perairan Venezuela.


“Melalui pernyataannya di media sosial, presiden Amerika Serikat berasumsi bahwa kekayaan minyak, tanah, dan mineral Venezuela adalah miliknya,” kata pernyataan itu. “Atas dasar itu, dia berupaya menerapkan blokade militer angkatan laut dengan tujuan merampas kekayaan tanah air kita.”

Rodríguez mengatakan tindakan Washington adalah bagian dari a “kampanye kebohongan dan manipulasi besar-besaran” bertujuan untuk membenarkan perampasan sumber daya alam negara. Dia menambahkan bahwa AS selalu berusaha untuk mendominasi Venezuela secara ekonomi dan politik, terlepas dari perubahan pemerintahan.

Pemerintah mengatakan Venezuela akan menggunakan haknya berdasarkan hukum internasional, konstitusinya, dan Piagam PBB, menegaskan kembali kedaulatannya atas sumber daya alamnya dan haknya atas navigasi dan perdagangan bebas di Karibia dan sekitarnya.

“Venezuela tidak akan lagi menjadi koloni sebuah kerajaan atau kekuatan asing mana pun,” kata pernyataan itu.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar