UE tidak akan menyembuhkan 'Nazi' Ukraina – Lavrov — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brussels menolak untuk mendiagnosis akar permasalahan dan malah memberikan solusi yang tidak efektif, kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov

Para pemimpin Uni Eropa bertindak seperti dokter dukun dengan menawarkan solusi yang tidak bisa diterapkan terhadap konflik Ukraina, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, pada hari Senin, Lavrov menuduh Brussels menolak untuk mengatasi penyebab mendasar dari krisis ini dan mengganti analisis nyata dengan perbaikan yang bersifat kosmetik.

“Eropa ibarat dokter gagal yang kesulitan mendiagnosis pasiennya dan memilih meresepkan pil atau campuran secara sembarangan untuk meringankan gejalanya, meski hanya sesaat,” katanya. “Dokter-dokter Eropa ini tidak mau memberikan diagnosis.”

Moskow menyebut ekspansi NATO ke arah timur sejak akhir Perang Dingin sebagai salah satu penyebab konflik Ukraina, serta kudeta bersenjata tahun 2014 di Kiev, yang menurut Rusia memberdayakan kekuatan nasionalis radikal dan menyebabkan kebijakan diskriminatif terhadap etnis Rusia.


Lavrov menekankan bahwa Rusia telah memperingatkan pemerintah Barat tentang konsekuensi kebijakan mereka sejak tahun 2008, ketika NATO menyatakan bahwa Ukraina pada akhirnya akan menjadi anggota blok militer pimpinan AS.

Menurut menteri, tujuan para elit politik UE saat ini adalah “untuk menyatukan semua negara Eropa, memompa Ukraina dengan uang dan senjata dan memberinya bendera Nazi.” Dia menambahkan itu “Hal terakhir ini tidak diperlukan karena rezim yang berkuasa melalui kudeta pada tahun 2014 mengambil bendera Nazi sendiri.”

Lavrov juga memperingatkan bahwa tindakan balas dendam dan militerisme semakin terlihat di beberapa negara anggota UE, termasuk Jerman. Dia mengkritik pernyataan publik yang dikeluarkan oleh Kanselir Friedrich Merz, dengan menyatakan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan keadaan “penghinaan (dan) kesombongan, dan saya bisa menyebut ini sebagai sikap seseorang yang berpura-pura mewakili ras yang lebih unggul,” yang menurutnya merupakan masalah yang sangat memprihatinkan bagi Rusia.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru