Pasukan Israel meledakkan sebuah rumah setelah menyusup ke berita Lebanon selatan

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari ini, Kamis, pasukan Israel menyusup ke kota Mays al-Jabal di Lebanon selatan dan meledakkan sebuah rumah, di tengah berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang hampir setiap hari terjadi.

Kantor Berita Lebanon mengatakan bahwa pasukan Israel meledakkan sebuah rumah saat fajar di pinggiran kota Mays al-Jabal di wilayah Houla di selatan negara itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Media Lebanon melaporkan bahwa pasukan Israel yang menyusup meledakkan sebuah rumah yang sedang dibangun sekitar 200 meter dari Garis Biru.

Tentara Israel tidak mempublikasikan pernyataan mengenai penyusupan pasukannya ke kota Mays al-Jabal, namun pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada November 2024 terulang hampir setiap hari, beberapa di antaranya berujung pada pembunuhan warga Lebanon.

Tentara Israel terus menduduki 5 bukit Lebanon, karena perjanjian gencatan senjata menetapkan penarikan diri dari bukit tersebut (Prancis)

Menyisir dan menembak

Dalam perkembangan terkait, Kantor Berita Lebanon mengindikasikan bahwa pasukan tentara Israel melakukan operasi penyisiran dengan senapan mesin menuju pinggiran Dataran Marjayoun di selatan negara itu dari pusat barunya di Hammams dekat daerah perbatasan.

Tadi malam, pasukan tentara Israel menargetkan pinggiran kota Yaroun di Lebanon selatan dengan tembakan senapan mesin, menurut Kantor Berita Lebanon.

Perjanjian gencatan senjata tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri agresi yang dilancarkan Israel terhadap Lebanon pada Oktober 2023, yang berubah menjadi perang komprehensif pada September 2024, yang menyebabkan lebih dari 4.000 orang tewas dan lebih dari 17.000 orang terluka.

Namun, sejak perjanjian tersebut mulai berlaku pada akhir November 2024, Israel telah melakukan ribuan pelanggaran yang mengakibatkan ratusan warga Lebanon tewas dan terluka, serta kerugian material yang signifikan.

Israel masih menduduki 5 bukit Lebanon di Lebanon selatan yang dikuasainya pada perang terakhir, di samping wilayah Lebanon lainnya yang telah didudukinya selama puluhan tahun.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru