PM Spanyol – Pemantau Timur Tengah

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Spanyol pada Rabu mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kehancuran di Gaza “harus bertanggung jawab,” dan menekankan bahwa perdamaian sejati memerlukan keadilan saat menjamu Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam kunjungan resmi ke Madrid.

Berbicara di Istana La Moncloa pada Hari Hak Asasi Manusia, Pedro Sanchez menggambarkan peristiwa tersebut sebagai peristiwa yang sangat simbolis, mengingat peringatan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan menekankan bahwa martabat manusia adalah “nilai yang tidak bersyarat, unik dan tidak dapat dinegosiasikan.”

Dia mengatakan tahun 2025 “telah menjadi tahun yang buruk bagi rakyat Palestina,” dengan sembilan dari 10 rumah di Gaza kini tidak dapat dihuni dan “ribuan nyawa dan keluarga” hancur.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengutip perkiraan PBB mengenai lebih dari 50 juta ton puing-puing di wilayah kantong tersebut, Sanchez mengatakan bahwa rekonstruksi fisik pada akhirnya akan mungkin dilakukan, namun tantangan yang lebih besar adalah “bagaimana membangun kembali harapan” dan memastikan bahwa perdamaian lebih dari sekadar “pertengkaran singkat di antara perang.”

Dia memperingatkan bahwa gencatan senjata belum mengakhiri penderitaan warga sipil. “Bahkan saat ini, setelah (deklarasi) gencatan senjata, warga Palestina di Gaza masih mengalami serangan… Kita membutuhkan perdamaian nyata. Mereka yang bertanggung jawab atas genosida ini harus dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

Sanchez menegaskan kembali komitmen Spanyol terhadap solusi dua negara dan menguraikan tiga prioritas: memastikan krisis Palestina tidak hilang dari kesadaran publik, mendukung Otoritas Palestina dalam membentuk pemerintahan di masa depan, dan berkoordinasi dengan mitra Eropa, Arab, dan internasional untuk menciptakan kondisi keamanan yang dapat “mengakhiri kekerasan untuk selamanya.”

Dia mengatakan masyarakat Spanyol “benar-benar tersentuh” oleh kehancuran Gaza dan sangat mendukung pengakuan negara Palestina.

Sanchez menyimpulkan bahwa Spanyol dan Palestina “akan selalu berjalan beriringan,” dan menyatakan harapan bahwa kunjungan Abbas akan membantu membangun jembatan, mencari solusi dalam kerangka hukum internasional, dan memperkuat hubungan antar negara.

Abbas, pada bagiannya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Spanyol atas pengakuannya terhadap negara Palestina dan atas perannya dalam membangun koalisi internasional yang bertujuan untuk memperluas pengakuan dan memajukan penerapan solusi dua negara.

Dia menegaskan kembali kepatuhan terhadap solusi dua negara berdasarkan resolusi PBB dan hukum internasional, serta pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sebelumnya pada hari Rabu, presiden Palestina bertemu dengan Raja Spanyol Felipe VI di Madrid, di mana mereka membahas perkembangan politik dan lapangan terkini di tanah Palestina.

Menurut kantor berita Palestina Wafa, Abbas berdiskusi dengan Raja Felipe VI tentang cara mengembangkan hubungan bilateral, serta perkembangan terkini Palestina.

Abbas tiba di Spanyol pada Selasa untuk kunjungan dua hari.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru