Penantian panjang orang tua sandera terakhir di Gaza

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang tua dari sandera terakhir di Gaza telah menunggu selama lebih dari dua tahun untuk kembalinya putra mereka, yang mereka gambarkan “berjuang sampai titik terakhir” selama serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Kini ibu Ran Gvili mengatakan ada konsensus di Israel bahwa jenazahnya harus dikembalikan sebelum tahap kedua gencatan senjata di Jalur Gaza dimulai.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari semua orang yang kami ajak bicara, kami mendapat janji bahwa mereka tidak akan melanjutkan ke tahap kedua sampai mereka membawa Rani kembali,” kata Talik Gvili, 55, kepada AFP di rumah keluarga tersebut di Meitar, sebuah kota kecil di Israel selatan yang terletak di sebelah timur Gaza.

“Kami benar-benar berharap hal ini benar-benar terjadi,” katanya.

Gvili adalah seorang perwira di unit polisi elit Yasam Israel yang berusia 24 tahun saat terjadi serangan Hamas yang memicu perang di wilayah Palestina.

Berdasarkan ketentuan rencana gencatan senjata yang disponsori AS yang mulai berlaku antara Israel dan Hamas pada 10 Oktober, kelompok militan tersebut berkomitmen untuk memulangkan 48 sandera yang disandera, 20 di antaranya masih hidup.

Militan sejauh ini telah mengembalikan 47 orang.

Militan Palestina telah menyandera 251 orang selama serangan tahun 2023.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa ia memperkirakan tahap kedua dari rencana gencatan senjata di wilayah Palestina akan segera dimulai.

Ketentuan rencana tersebut menyatakan bahwa tahap berikutnya harus dimulai setelah kembalinya semua sandera yang masih hidup dan jenazah orang yang meninggal.

Langkah berikutnya termasuk melucuti senjata Hamas dan penarikan lebih lanjut pasukan Israel ketika otoritas transisi didirikan di Gaza, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

– 'Pertama yang terjun' –

Pada Oktober 2023, Gvili sedang cuti medis menunggu operasi bahu.

Ketika dia mendengar serangan itu, dia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya dengan membawa senjatanya sendiri. Dia tertembak dalam pertempuran di Alumim kibbutz sebelum dia dibawa ke Gaza.

Pihak berwenang Israel memberi tahu orang tua Gvili pada bulan Januari 2024 bahwa dia tidak selamat dari luka-lukanya, tetapi bahkan hingga hari ini, pasangan tersebut masih kesulitan untuk percaya bahwa dia telah meninggal.

“Mereka mengklaim dia tidak menerima (perawatan) apa pun tetapi kami masih memiliki secercah harapan,” kata ayahnya, Itzik Gvili, 61 tahun.

Wajah Gvili ada di mana-mana di area dekat gurun Negev — di poster, bundaran, dan di depan banyak vila.

Di bawah potret pemuda berseragam itu terdapat tulisan “Pahlawan Israel”.

“Dia berlari untuk membantu, menyelamatkan orang,” kata ayahnya sambil mengenakan kaus bergambar putranya sedang mengendarai sepeda motor.

“Padahal dia sudah cedera sebelum 7 Oktober. Tapi itu Rani – selalu berlari ke depan, yang pertama membantu dan yang pertama melompat,” ujarnya.

“Dia bertarung hingga peluru terakhir dan kemudian disandera,” kata Talik Gvili.

Tentara dan polisi yang berada di sana pada 7 Oktober mengatakan Ran bertempur di depan pintu masuk Alumim kibbutz, sebelum ditembak dan terluka.

“Di satu sisi, ini cocok untuknya, untuk menjadi orang yang tertinggal. Jadi, di satu sisi, ini membantu kami menerima situasi ini — tapi terutama karena kami tidak punya pilihan. Kami tidak memilih untuk menjadi yang terakhir,” kata ibunya.

“Tetapi seseorang harus menjadi yang terakhir, dan itu akhirnya menjadi keluarga kami.”


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru