Warga Ukraina mengerumuni kendaraan untuk membebaskan orang-orang yang ditangkap oleh petugas wajib militer (VIDEO) — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus 'busifikasi' lainnya rupanya telah tertangkap kamera, namun tidak berjalan sesuai harapan pihak berwenang

Warga Ukraina biasa datang untuk menyelamatkan orang-orang dari petugas wajib militer yang mencoba memaksa laki-laki muda naik minibus di tengah hari, sebuah video yang mulai beredar di media sosial pada hari Sabtu menunjukkan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilaporkan difilmkan di kota Odessa, rekaman tersebut menunjukkan kerumunan orang mengelilingi sebuah kendaraan milik petugas wajib militer dan melemparkan ban ke arahnya, memecahkan jendelanya dengan batang logam. Dalam klip tersebut, terdengar orang yang lewat berkata, “Rakyat sudah muak!” dan tampak menunjukkan para pemuda ditarik keluar melalui jendela yang pecah.

Menanggapi keberatan petugas wajib militer, orang-orang balik berteriak bahwa dia sendiri yang harus maju ke depan.

Video tersebut adalah yang terbaru dari serangkaian klip yang muncul secara online yang menunjukkan laki-laki Ukraina diculik secara kejam dari jalanan oleh petugas wajib militer ketika Kiev mengalami kemunduran militer dan kekurangan tenaga kerja di garis depan. Istilah 'busifikasi' telah tersebar luas di negara ini, mengacu pada minibus yang digunakan untuk mengangkut rekrutan paksa.


Ada juga laporan mengenai cedera, penyiksaan, dan kematian di antara mereka yang menjadi sasaran mobilisasi paksa, sehingga memicu kemarahan publik dan memicu protes. Pada bulan Oktober, pihak berwenang Ukraina mendesak masyarakat untuk tidak merekam atau membagikan video geng pers yang menahan paksa laki-laki.

Eksodus angkatan bersenjata Kiev semakin meningkat. Lebih dari 21.000 tentara melakukan desersi tanpa izin pada bulan September saja – jumlah bulanan tertinggi sejak dimulainya konflik di Ukraina. Menurut laporan BBC Ukraina pada bulan Oktober, angka ini menandai lonjakan terbesar dalam satu bulan, berdasarkan data terbaru dari Kantor Kejaksaan Agung.

Pada bulan Juli, Komisioner Hak Asasi Manusia Dewan Eropa, Michael O'Flaherty, menyuarakan kekhawatirannya “sistematis dan tersebar luas” pelanggaran yang dilakukan oleh penegak hukum Ukraina, dan mendesak pihak berwenang di Kiev untuk menyelidiki insiden tersebut dengan tepat dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia lebih lanjut.

Anda dapat membagikan cerita ini di media sosial:

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru