Demonstrasi mahasiswa di Jerman memprotes berita undang-undang wajib militer

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 04:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari ini, Jumat, Jerman menyaksikan protes mahasiswa di sekitar 90 kota, menentang rancangan undang-undang dinas militer yang disetujui oleh Parlemen Federal (Bundestag), yang bertujuan untuk menambah jumlah tentara.

Ribuan siswa berpartisipasi dalam demonstrasi protes yang diserukan oleh Inisiatif Pemogokan Sekolah Melawan Wajib Militer, yang terdiri dari organisasi pemuda dan mahasiswa.

Lebih dari 3.000 siswa berkumpul di dekat stasiun metro Hallisches Tor di Berlin, kemudian menuju Urania Platz, di mana banyak orang tua berpartisipasi dalam acara tersebut untuk mendukung anak-anak mereka.

Para pengunjuk rasa mengibarkan spanduk-spanduk yang memuat tuntutan-tuntutan seperti: tempat pendidikan kejuruan daripada perang, maju ke depan, dan bergabung dengan tentara bukanlah prioritas saya.

Demonstrasi diadakan di sekitar 90 kota, termasuk Potsdam, Cottbus, Hamburg, Cologne, Essen, dan Dusseldorf, selain di Hannover, Stuttgart, Ulm, Tübingen, dan Heidelberg.

Partai Persatuan Demokratik Kristen yang konservatif, yang dipimpin oleh Kanselir Friedrich Merz, pada awalnya bermaksud menerapkan kembali bentuk wajib militer bagi laki-laki, berdasarkan sistem lotere, namun mendapat tentangan dari sekutunya, Partai Sosial Demokrat.

Koalisi yang berkuasa akhirnya menyetujui formula wajib militer tidak wajib.

Undang-undang baru tersebut menetapkan bahwa semua laki-laki berusia 18 tahun dapat mengajukan permohonan dinas militer setidaknya selama 6 bulan, dan perempuan juga dapat meminta untuk melakukan dinas militer atas dasar sukarela.

Parlemen Federal membuka jalan bagi pemulihan wajib militer hampir 15 tahun setelah penghapusannya, menyusul disahkannya undang-undang yang memulihkan wajib militer sukarela pada tahap pertama, dan wajib militer tersebut menjadi wajib jika Kementerian Pertahanan tidak mampu merekrut sukarelawan dalam jumlah yang cukup.

Pemerintah berupaya meningkatkan jumlah tentaranya dari 183.000 saat ini menjadi 270.000 anggota aktif, di samping 200.000 pasukan cadangan pada tahun 2035.

Kementerian Pertahanan menjelaskan, ketentuan tersebut akan berlaku mulai pertengahan tahun 2027 jika disetujui oleh Dewan Federal (Bundesrat) yang mewakili negara bagian Jerman.

Menteri Pertahanan Boris Pistorius mengatakan dalam diskusi tersebut bahwa dinas militer akan tetap bersifat sukarela “jika semuanya berjalan sesuai harapan kita.”

Dia menambahkan bahwa perluasan program mungkin diperlukan jika situasi keamanan “memburuk” dan tujuan mobilisasi tentara Jerman tidak tercapai.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru