Makin Panas, Ratusan Profesor Desak Gibran Mundur – Beritaambang

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Seruan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya kian menguat. Kali ini, suara kritis datang dari Forum Profesor Indonesia yang meminta Gibran mengambil langkah heroik dengan mengundurkan diri demi menjaga semangat konstitusi, etika bernegara, dan kehormatan lembaga kepresidenan.

Desakan tersebut tertuang dalam surat terbuka bertajuk “Menjaga Kehormatan Konstitusi, Etika Bernegara dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” yang ditandatangani oleh ratusan guru besar dari berbagai universitas di Indonesia. Surat tertanggal 19 Oktober 2026 itu menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden (PHPU) Tahun 2024.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Forum Profesor Indonesia, permasalahan ini tidak hanya berkisar pada aspek hukum formal saja. Lebih lanjut, polemik tersebut dinilai menyentuh persoalan integritas, keteladanan pejabat publik, dan legitimasi moral kepemimpinan nasional.

Dalam surat terbuka tersebut, Forum Profesor Indonesia menyoroti pertimbangan hakim Mahkamah Konstitusi yang menurut mereka tidak menemukan bukti yang meyakinkan mengenai keabsahan dokumen pendidikan atau ijazah luar negeri yang setara dengan pendidikan SMA pada saat pendaftaran Pilpres 2024.

Mereka mengaku MK tidak memberikan sanksi diskualifikasi karena persoalan legal standing pemohon dan keterbatasan prosedur hukum formal. Namun, menurut forum tersebut, tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi tidak serta merta mengakhiri perdebatan mengenai tanggung jawab moral dan etika seorang pejabat publik.

Dengan kata lain, persoalan yang menjadi fokus mereka bukan hanya akibat hukum suatu keputusan, namun juga persoalan standar integritas yang seharusnya melekat pada para pemegang jabatan tertinggi negara.

Contoh Pertanyaan Profesor

Forum Profesor Indonesia menguraikan tiga kekhawatiran utama: menurunnya keteladanan dan etika bernegara, munculnya krisis kepercayaan di kalangan generasi muda dan lembaga pendidikan, serta potensi meningkatnya beban politik bagi Presiden Prabowo Subianto dan stabilitas nasional.

Para guru besar menilai polemik ini berpotensi menempatkan dunia pendidikan dalam dilema dalam mengajarkan nilai-nilai integritas akademik, kerja keras, perjuangan dan ketaatan hukum kepada generasi muda.

“Bagaimana kita, para pendidik perguruan tinggi, terus menanamkan nilai-nilai integritas akademik, kerja keras, perjuangan, dan ketaatan hukum kepada jutaan mahasiswa, jika pada saat yang sama, jabatan Wakil Presiden RI diraih melalui proses yang cacat administratif?” demikian petikan surat terbuka yang dikutip Selasa 20 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan, bagi penggagas surat tersebut, persoalan integritas pejabat publik bukan sekadar persoalan administratif. Mereka memandangnya sebagai bagian penting dari perilaku keteladanan yang harus bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Namun penilaian mengenai cacat administratif dan implikasinya terhadap jabatan wakil presiden perlu dibedakan dengan kesimpulan hukum mengenai keabsahan jabatan tersebut.

Gibran Diminta Mundur, Prabowo dan Jokowi Juga Jadi Sorotan

Atas kekhawatiran tersebut, Forum Profesor Indonesia meminta Gibran menunjukkan sikap kesatria dengan mengundurkan diri. Langkah tersebut dinilai sebagai pilihan moral untuk menjaga kehormatan lembaga kepresidenan sekaligus meredam polemik legitimasi kepemimpinan nasional.

Oleh karena itu, demi menjaga kehormatan dan harkat dan martabat lembaga Kepresidenan, memulihkan etika kehidupan berbangsa, kebaikan dan keselamatan bangsa serta NKRI, dengan ini kami menghimbau dan menghimbau Saudara Gibran Rakabuming Raka untuk segera mengambil langkah kesatria dan semangat yang besar dengan menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Presiden RI, tulis Forum Profesor Indonesia dalam surat terbukanya.

Tekanan ini juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Forum tersebut meminta kepala negara memandang polemik tersebut bukan sekadar dinamika politik, melainkan ujian atas komitmen pemerintah dalam menjunjung tinggi etika dan integritas di lingkungan kekuasaan.

Sementara itu, mantan Presiden Joko Widodo juga diminta bijak dalam memberikan pandangannya terkait polemik yang menyeret nama putranya.

Forum Profesor Indonesia mengingatkan bahwa persoalan legitimasi moral dapat mengikis kredibilitas pemerintah, baik di dalam negeri maupun internasional, jika tidak ditangani dengan tepat.

13 Penggagas Surat Terbuka

Surat terbuka tersebut memuat nama 13 penggagas, yaitu:

1. Prof.M.Din Syamsuddin

2. Prof Ryaas Rasyid

3. Prof Ganjar Kurnia

4. Prof.Idrus Paturusi

5. Prof Nuhfil Hanani

6. Prof. M. Nasih

7. Prof Amran Razak

8. Prof. La Ode M. Aslan

9. Prof.Rochmat Wahab

10. Prof.Connie Rahakundini Bakrie

11. Prof.Nandang Sutrisno

12. Prof. Fathul Wahid

13. Prof.Lukman Hakim

Desakan para profesor tersebut menambah dimensi etika dan akademis dalam polemik kepemimpinan nasional. Kini, sorotan tidak hanya tertuju pada persoalan hukum formal saja, namun juga bagaimana para pemegang kekuasaan menyikapi tuntutan masyarakat terkait integritas, tanggung jawab, dan keteladanan.

Tuntutan pengunduran diri pada akhirnya merupakan sikap moral dan politik yang disampaikan Forum Profesor Indonesia. Apakah desakan tersebut akan mendapat respons dari Gibran, Prabowo, atau Jokowi merupakan perkembangan yang patut dicermati di tengah polemik ini.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Levante jam berapa?
Sepak bola JMU terus kehilangan pelatih. Billy Napier terbaru yang terus menang
Reaksi Nico Paz terhadap perbandingan dengan Gabriel Batistuta dan Hernán Crespo
Pelanggan Amazon Prime bisa mendapatkan pengembalian dana $200 setelah penyelesaian $2,5 miliar dengan Komisi Perdagangan Federal: Siapa yang memenuhi syarat?
Lille vs Galatasaray: Statistik & head-to-head Liga Champions UEFA
Stefanos Tsitsipas mengisyaratkan jika dia masih yakin bisa memenangkan gelar Grand Slam sebelum pensiun
Imigran dari Ukraina dan Sudan akan mempertahankan perlindungan deportasi untuk saat ini
Majalah Deeds – Malam yang Mendebarkan Bersama Dave Di Lagos
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:25 WIB

Levante jam berapa?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Sepak bola JMU terus kehilangan pelatih. Billy Napier terbaru yang terus menang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:45 WIB

Reaksi Nico Paz terhadap perbandingan dengan Gabriel Batistuta dan Hernán Crespo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Pelanggan Amazon Prime bisa mendapatkan pengembalian dana $200 setelah penyelesaian $2,5 miliar dengan Komisi Perdagangan Federal: Siapa yang memenuhi syarat?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Lille vs Galatasaray: Statistik & head-to-head Liga Champions UEFA

Berita Terbaru

HEADLINE

Levante jam berapa?

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:25 WIB

Al Jazeera - LIVE