Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, KOMPAS — Sekitar 1.000 mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi di Kota Yogyakarta berdemonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Mahasiswa mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah dan menuntut evaluasi. Aksi tersebut diwarnai kericuhan dengan polisi yang menjaga gedung.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi yang dilakukan berbagai kalangan ini terjadi secara bergelombang sejak sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (20/10/2026). Mereka mendatangi Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, pusat kota Yogyakarta.

Satu per satu mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satunya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah daerah.

Mereka juga menyinggung sejumlah program prioritas yang dinilai bermasalah, seperti Pangan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ada pula pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan dan antrian panjang di beberapa daerah.

Salah satu koordinator mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII), Troy Amirul Akhmad mengatakan, aksi ini diikuti oleh mahasiswa UII dari seluruh kampus. Kampusnya juga tutup.

Dalam aksi tersebut, KM UII menuntut adanya evaluasi total terhadap respons karhutla dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Mereka juga menuntut moratorium, evaluasi dan transparansi program MBG dan KDMP.

Ada pula tuntutan untuk memperbaiki pola komunikasi pemerintah, memperbaiki tata kelola distribusi BBM bersubsidi, dan melakukan perampingan kabinet demi efisiensi birokrasi dan anggaran.

Ketua DPRD DIY Nuryadi bersama sejumlah anggota DPRD DIY pun menemui peserta aksi. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya.

Nuryadi yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, pemerintahan sudah berjalan dua tahun sehingga wajar jika masyarakat memberikan penilaian. Ia pun menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat.

Setelah itu mahasiswa UII meninggalkan Gedung DPRD. Namun masih ada beberapa mahasiswa gabungan dari sejumlah kampus lain yang tidak mengenakan jaket almamater.

Rombongan memaksa masuk ke lobi Gedung DPRD DIY yang terletak di halaman depan. Namun upaya tersebut berhasil dicegah oleh puluhan polisi yang berjaga.

Belum lama ini, berbagai kelompok mahasiswa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY dan BEM Nusantara DIY datang ke DPRD. Mereka pun menyampaikan aspirasinya, salah satunya memberikan “kartu merah” kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Salah satu forum BEM DIY dan BEM Nusantara DIY menyoroti aspek perekonomian yang dinilai sedang terpuruk saat ini. Pemerintah berkewajiban memulihkan perekonomian masyarakat melalui kebijakan yang menjamin keterjangkauan kebutuhan pokok, ketersediaan bahan bakar, dan peningkatan daya beli masyarakat.

Usai menyampaikan aspirasinya, kedua kelompok mahasiswa tersebut bersatu dan mencoba masuk kembali ke Gedung DPRD. Kericuhan pun terjadi dengan petugas polisi yang berjaga.

Aparat kepolisian berjaga di halaman Gedung DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026), untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mahasiswa melemparkan botol air mineral ke arah polisi dan gedung DPRD. Pelemparan tersebut menyebabkan sejumlah lampu gantung di teras gedung pecah.

Sedikitnya satu petugas polisi terluka di bagian dahi dan dievakuasi ke kompleks DPRD DIY. Polisi dengan tameng tetap bertahan dan memasang blokade di teras gedung. Hingga pukul 18.30, ratusan mahasiswa masih berdiri di halaman Gedung DPRD DIY.

YOGYAKARTA, KOMPAS — Sekitar 1.000 mahasiswa dari sejumlah kampus dan organisasi di Kota Yogyakarta berdemonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Mahasiswa mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah dan menuntut evaluasi. Aksi tersebut diwarnai kericuhan dengan polisi yang menjaga gedung.

Aksi yang dilakukan berbagai kalangan ini terjadi secara bergelombang sejak sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (20/10/2026). Mereka mendatangi Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro, pusat kota Yogyakarta.

Satu per satu mahasiswa menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satunya terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah daerah.

Mereka juga menyinggung sejumlah program prioritas yang dinilai bermasalah, seperti Pangan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ada pula pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan dan antrian panjang di beberapa daerah.

Salah satu koordinator mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM UII), Troy Amirul Akhmad mengatakan, aksi ini diikuti oleh mahasiswa UII dari seluruh kampus. Kampusnya juga tutup.

Dalam aksi tersebut, KM UII menuntut adanya evaluasi total terhadap respons karhutla dan percepatan pemulihan masyarakat terdampak. Mereka juga menuntut moratorium, evaluasi dan transparansi program MBG dan KDMP.

Anggota DPRD DIY menemui mahasiswa yang berunjuk rasa terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Gedung DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).

Ada pula tuntutan untuk memperbaiki pola komunikasi pemerintah, memperbaiki tata kelola distribusi BBM bersubsidi, dan melakukan perampingan kabinet demi efisiensi birokrasi dan anggaran.

Ketua DPRD DIY Nuryadi bersama sejumlah anggota DPRD DIY pun menemui peserta aksi. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya.

Nuryadi yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan, pemerintahan sudah berjalan dua tahun sehingga wajar jika masyarakat memberikan penilaian. Ia pun menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat.

Setelah itu mahasiswa UII meninggalkan Gedung DPRD. Namun masih ada beberapa mahasiswa gabungan dari sejumlah kampus lain yang tidak mengenakan jaket almamater.

Kericuhan saat mahasiswa memaksa masuk ke Gedung DPRD DIY, di Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). Sejumlah tuntutan dilontarkan mahasiswa terkait momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Rombongan memaksa masuk ke lobi Gedung DPRD DIY yang terletak di halaman depan. Namun upaya tersebut berhasil dicegah oleh puluhan polisi yang berjaga.

Belum lama ini, berbagai kelompok mahasiswa dari Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DIY dan BEM Nusantara DIY datang ke DPRD. Mereka pun menyampaikan aspirasinya, salah satunya memberikan “kartu merah” kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

Salah satu forum BEM DIY dan BEM Nusantara DIY menyoroti aspek perekonomian yang dinilai sedang terpuruk saat ini. Pemerintah berkewajiban memulihkan perekonomian masyarakat melalui kebijakan yang menjamin keterjangkauan kebutuhan pokok, ketersediaan bahan bakar, dan peningkatan daya beli masyarakat.

Usai menyampaikan aspirasinya, kedua kelompok mahasiswa tersebut bersatu dan mencoba masuk kembali ke Gedung DPRD. Kericuhan pun terjadi dengan petugas polisi yang berjaga.

Aparat kepolisian berjaga di halaman Gedung DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa (20/10/2026), untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mahasiswa melemparkan botol air mineral ke arah polisi dan gedung DPRD. Pelemparan tersebut menyebabkan sejumlah lampu gantung di teras gedung pecah.

Sedikitnya satu petugas polisi terluka di bagian dahi dan dievakuasi ke kompleks DPRD DIY. Polisi dengan tameng tetap bertahan dan memasang blokade di teras gedung. Hingga pukul 18.30, ratusan mahasiswa masih berdiri di halaman Gedung DPRD DIY.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Rachel Zegler, Taye Diggs, Norbert Leo Butz, Lainnya Bergabung dengan Konser Ulang Tahun Rent Broadway
Menari Kebaya dan Anne Avantie Membawa Pesan Perdamaian ke Praha
Pengembang COD Black Ops 1 dan 2 mengatakan ‘sulit untuk melihat’ port baru tersebut laris manis sementara ‘pembuat sebenarnya tidak melihat sepeser pun’
Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh
Kasus terhadap Leon Black dibatalkan setelah penggugat mengatakan dia ‘secara medis tidak mampu melanjutkan’ | Jeffrey Epstein
Mengapa Partai Republik mencoba mengikat Abdul El-Sayed dengan Ikhwanul Muslimin
Update KMP Batu Mandi: Api Masih Berkobar
Amber Guyger, mantan petugas polisi Dallas, dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman 7 tahun atas pembunuhan Botham Jean
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Rachel Zegler, Taye Diggs, Norbert Leo Butz, Lainnya Bergabung dengan Konser Ulang Tahun Rent Broadway

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Menari Kebaya dan Anne Avantie Membawa Pesan Perdamaian ke Praha

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Pengembang COD Black Ops 1 dan 2 mengatakan ‘sulit untuk melihat’ port baru tersebut laris manis sementara ‘pembuat sebenarnya tidak melihat sepeser pun’

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dua Tahun Demo Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Kisruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Kasus terhadap Leon Black dibatalkan setelah penggugat mengatakan dia ‘secara medis tidak mampu melanjutkan’ | Jeffrey Epstein

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE