Mirip Ahok, Purbaya digadang-gadang bakal jadi rebutan banyak pihak setelah tak jadi Menteri

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Sosok Purbaya Yudhi Sadewa terus menjadi perbincangan hangat di kancah politik Indonesia usai meninggalkan jabatan Menteri Keuangan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gaya komunikasinya yang langsung alias blak-blakan dinilai menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menarik pemilih pada pemilu 2029 mendatang.

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai karakter kepemimpinan yang ditunjukkan Purbaya merupakan tipikal sosok yang sangat dirindukan dan disukai masyarakat luas.

Gaya blak-blakan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang menjadi pemimpin yang disukai masyarakat. Seperti saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat Gubernur DKI Jakarta, kata Fernando Emas kepada Warta Ekonomi.

Menjadi Magnet Suara Partai Politik di Pilpres 2029

Karakter Purbaya yang kuat dan basis dukungan yang besar menjadikan Purbaya sebagai komoditas politik yang bernilai tinggi. Partai politik sangat berpeluang meminangnya demi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Tak hanya partai besar, Fernando juga memprediksi partai politik baru yang masih kurang berkepribadian akan bersaing menggandeng Purbaya untuk mendulang suara pada pemilu mendatang.

Lantas, pihak manakah yang berpotensi menjadi pelabuhan Purbaya? Dari deretan partai yang saat ini bercokol di DPR RI, Fernando melihat beberapa skenario koalisi yang sangat mungkin terjadi.

Masih sangat mungkin Purbaya bisa disandingkan dengan Partai Golkar, PAN, PKB atau PKS, kemudian berpasangan dengan kader partai lain, misalnya dari PDI Perjuangan, jelasnya.

Meski kini sedang berada di puncak popularitas karena simpati masyarakat, Fernando sempat memberikan peringatan terkait masa depan politik Purbaya. Karier politik seseorang sangat bergantung pada ketersediaan “kendaraan” atau panggung.

Jika dalam waktu dekat Purbaya tidak segera menentukan kendaraan politiknya, euforia masyarakat terhadap dirinya bisa memudar.

“Kalau Purbaya tidak punya wahana panggung politiknya, maka lambat laun akan memudar dengan sendirinya. Kecuali, simpatisan Purbaya memang ingin dia maju di Pilpres 2029, lalu secara mandiri membuat ‘panggung’ mantan menteri keuangan itu,” pungkas Fernando.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card
Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara
Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum
Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini
Seret Nama Nusron, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Rp106 Miliar ke Kongres NU
Istana: Presiden Tak Intervensi Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid dalam Kasus Suap HGB Summarecon
Terungkap! Begini kondisi Nusron di tengah OTT KPK
TRACE GALLAGHER: Saya belajar dari pengalaman pahit mengapa akal sehat penting di Amerika

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:09 WIB

D-back kalah dari Marlins secara ekstra, tidak bisa naik dalam perlombaan Wild Card

Kamis, 17 September 2026 - 10:17 WIB

Cara Prabowo Pecat Purbaya Bikin Prof Jimly Elus Dada Singgung Etika Bernegara

Kamis, 17 September 2026 - 09:49 WIB

Gubernur Himbau Masyarakat Papua Selatan Jaga Hutan Mangrove di Pesisir Payum

Kamis, 17 September 2026 - 09:31 WIB

Dokumen: NWSL Menerima Delapan Pengaduan Pelanggaran Seksual, Pelecehan Seksual, atau Pembalasan Tahun Ini

Kamis, 17 September 2026 - 09:19 WIB

Seret Nama Nusron, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Korupsi Rp106 Miliar ke Kongres NU

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE