RakyatPos.id – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menyampaikan pernyataan terkait kondisi nasional dan masa depan politik Indonesia yang dinilainya dalam situasi mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena muncul hanya beberapa hari sebelum rencana aksi demonstrasi sejumlah kelompok di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8).
Dalam video yang beredar di media sosial dan diunggah sejumlah akun, Budi Arie mengungkap dirinya sempat menyampaikan pandangannya terkait kondisi politik kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, Budi mengaku punya firasat bahwa dinamika yang terjadi bisa saja berkembang menjelang pemilu 2029.
Tadi saya bilang ke Pak Jokowi, 'Pak, insting saya sepertinya baru tahun 2029', kata Budi Arie seperti dikutip dari video yang beredar.
Budi tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan “tidak sampai tahun 2029”, termasuk peristiwa atau skenario politik yang menurutnya berpotensi terjadi.
Dalam narasi video tersebut, Budi juga menyinggung kemungkinan perubahan yang cepat dan menggunakan istilah “kesalahan sejarah” untuk menggambarkan situasi yang bisa berkembang di luar ekspektasi.
Pernyataan tersebut muncul ketika ketegangan politik dan sosial mulai mendapat perhatian jelang rencana aksi unjuk rasa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Sejumlah kelompok dikabarkan menyerukan aksi pada 27 Agustus 2026. Beberapa agenda yang disuarakan antara lain pemberantasan korupsi, transparansi pemerintahan, dan mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset.
Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah kalangan, antara lain Forum Kajian Hukum Universitas Terbuka, Forum Keluarga Mahasiswa Bogor, dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), berencana mendatangi Gedung DPR RI pada hari itu.
Rencana aksi tersebut juga menimbulkan tanggapan beragam. Ada kelompok yang mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara damai, namun ada juga elemen masyarakat yang menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan.
Di tengah situasi tersebut, pernyataan Budi Arie mengenai “naluri” politik yang disebut-sebut baru akan ada pada tahun 2029, praktis menambah perhatian terhadap dinamika politik nasional.
Namun belum ada penjelasan yang menunjukkan bahwa pernyataan Budi Arie terkait langsung dengan rencana aksi demonstrasi 27 Agustus tersebut. Oleh karena itu, keduanya tidak dapat serta merta digambarkan sebagai hubungan sebab-akibat.
Budi Arie dalam video tersebut lebih lanjut mengajak berbagai pihak untuk mencermati kondisi sosial, ekonomi, dan politik serta bersiap menghadapi kemungkinan perubahan yang menurutnya bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.


















