Hamas: Netanyahu Sengaja Gagalkan Upaya Perdamaian Gaza

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan itu merupakan eskalasi yang disengaja.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kelompok ini menganggap waktu terjadinya serangan, yang terjadi setelah perundingan terakhir di Kairo dan di tengah upaya mediasi yang sedang berlangsung, menjadi indikasi kuat adanya upaya untuk menggagalkan proses negosiasi.

RakyatPos.id – Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja menggagalkan upaya perundingan gencatan senjata di Gaza. Kelompok Palestina menegaskan tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan, meski serangan Israel terus berlanjut.

Tuduhan tersebut dilontarkan Hamas setelah serangan Israel di Kota Gaza yang menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk seorang anak.

Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan itu merupakan eskalasi yang disengaja. Kelompok ini menganggap waktu terjadinya serangan, yang terjadi setelah perundingan terakhir di Kairo dan di tengah upaya mediasi yang sedang berlangsung, menjadi indikasi kuat adanya upaya untuk menggagalkan proses negosiasi.

“Waktu terjadinya kejahatan, setelah perundingan baru-baru ini di Kairo dan upaya mediasi yang sedang berlangsung, menunjukkan niat Netanyahu untuk menyabotase perundingan,” kata Hamas dalam pernyataannya.

Hamas juga menuduh Netanyahu berusaha menghambat upaya internasional untuk memajukan rencana perdamaian Gaza yang dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga: AS: Gaza tidak akan dibangun kembali sampai Hamas menyerahkan senjatanya

Kelompok tersebut kemudian mendesak pemerintah AS, mediator dan pihak-pihak yang menjamin proses perundingan untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Israel.

Hamas meminta Israel menghormati perjanjian yang telah dibahas, menghentikan serangan terhadap Palestina, dan mencegah Netanyahu memblokir perjanjian Sharm el-Sheikh.

Pernyataan Hamas menambah tekanan pada proses diplomasi yang sedang berlangsung. Di tengah upaya para mediator untuk menemukan cara mencapai gencatan senjata, serangan di lapangan kembali menimbulkan kekhawatiran bahwa kekerasan dapat menggagalkan perundingan yang sedang berlangsung.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gadis Muda Vanuatu Didorong untuk Mengejar Impian Mereka
Aus vs Ban – Bagaimana Bangladesh membuka potensi pukulan mereka melawan serangan bowling terbaik
Berakhirnya Kasus Pengemudi Alphard Tabrak Taksi Motor Pakai Batu: Sepakat Damai, Kasus Dinyatakan Selesai
Besok Parade Karnaval HUT RI Ke 81 Digelar di Sabang, Ini Rutenya
Kematian Anak Penyandang Disabilitas di Merauke: Ayah Korban Jadi Tersangka
Prabowo Diminta Waspada, Disebut Ada 'Kudeta Diam-diam' dari Jokowi: Presiden Hanya Diberi Waktu 2 Tahun…
AS memberikan sanksi kepada presiden ICC dan jaksa senior di tengah kampanye untuk membubarkan pengadilan internasional
Kapolda Janji Usut Dugaan Penembakan Tiga Warga Maybrat

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Gadis Muda Vanuatu Didorong untuk Mengejar Impian Mereka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Aus vs Ban – Bagaimana Bangladesh membuka potensi pukulan mereka melawan serangan bowling terbaik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Berakhirnya Kasus Pengemudi Alphard Tabrak Taksi Motor Pakai Batu: Sepakat Damai, Kasus Dinyatakan Selesai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Besok Parade Karnaval HUT RI Ke 81 Digelar di Sabang, Ini Rutenya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Kematian Anak Penyandang Disabilitas di Merauke: Ayah Korban Jadi Tersangka

Berita Terbaru

HEADLINE

Gadis Muda Vanuatu Didorong untuk Mengejar Impian Mereka

Rabu, 19 Agu 2026 - 18:42 WIB

Al Jazeera - LIVE