Jayapura, RakyatPos.id – Letnan Dr. Yanivo Vira, ibu dari satu anak dan petugas medis di Vanuatu Mobile Force (VMF), mendorong lebih banyak generasi muda—terutama perempuan dan anak perempuan—untuk mengejar karir di bidang kedokteran dan melanjutkan pendidikan mereka meskipun ada tantangan hidup.
Berasal dari Provinsi Ambae, dr Vira membangun karirnya melalui tekad, pendidikan dan dedikasi, menjadi salah satu dari sedikit personel VMF yang bekerja di bidang medis, seperti dilansir RakyatPos.id dari laman www.dailypost.vu, Rabu (19/8/2026).
Ia bergabung dengan VMF pada tahun 2013, saat ia baru saja menyelesaikan kelas 13. Saat kuliah di University of the South Pacific (USP), ia menemukan peluang beasiswa yang memungkinkannya melanjutkan studi ke luar negeri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dr Vira mengatakan, ia memutuskan untuk melamar, meski ia baru saja menyelesaikan kelas 13, dan merasa bersyukur ketika lamarannya diterima.
Dia pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi kedokterannya sebelum kembali ke Vanuatu. Pada tahun 2020, ia mulai bekerja di Rumah Sakit Nasional Vila (VNH), di mana ia memperoleh izin praktik kedokteran.
Sejak itu, Dr. Vira terus mengabdi pada VMF dan sistem kesehatan nasional. Saat ini beliau bekerja di Unit Gawat Darurat di VNH sambil memberikan pelayanan medis kepada personel VMF bila diperlukan.
Ia mengatakan bahwa mengelola tanggung jawab antara kedua institusi dapat menjadi sebuah tantangan, namun penjadwalan tugas telah membantunya menyeimbangkan komitmen profesional dan kehidupan keluarganya.
“Saya bekerja di dua tempat, dan ketika mereka membutuhkan saya, saya biasanya meluangkan waktu untuk pergi dan bekerja di rumah sakit dan juga di VMF. Jadwal kerja yang teratur membuat hidup lebih mudah,” ujarnya.
Vira sedang menjalani pengobatan darurat, dan ia berharap dapat melanjutkan studinya di bidang tersebut sambil membantu memperkuat kapasitas medis VMF.
Dia mengatakan salah satu prioritasnya adalah untuk melihat lebih banyak petugas VMF dilatih di bidang kedokteran, keperawatan dan bidang perawatan kesehatan lainnya sehingga mereka dapat memberikan bantuan medis baik di dalam Departemen Kepolisian dan ketika mendukung masyarakat.
“Kami ingin melatih lebih banyak petugas dan mendatangkan lebih banyak orang di Polri yang bisa dilatih di bidang medis. Kami membutuhkan lebih banyak petugas medis di lapangan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Dr Vira mengatakan bahwa sejauh ini hanya dua personel VMF yang telah dipromosikan menjadi petugas medis, yang menunjukkan perlunya investasi yang lebih besar dalam pelatihan medis.
Ia mengatakan VMF telah mengalami kemajuan dalam meningkatkan fasilitas kesehatannya.
Saat pertama kali bergabung dengan Kepolisian pada tahun 2013, personelnya menggunakan fasilitas klinik lama yang telah dibongkar. VMF kini memiliki fasilitas medis yang lebih baru dan canggih.
Dokter Vira mengatakan, perubahan tersebut menunjukkan kemajuan dalam kemampuan Polri dalam memberikan pelayanan medis kepada personelnya.
Ia yakin masih ada ruang besar untuk berkembang, terutama dalam melatih lebih banyak petugas untuk bekerja sebagai tenaga medis, perawat, dan profesional medis.
Namun, bagi Dr. Vira, perjalanannya bukan hanya sekedar prestasi profesional. Ini juga tentang menunjukkan kepada remaja putri bahwa pendidikan dan ambisi dapat membuka pintu terhadap peluang yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan.
Dia mendorong remaja putri untuk percaya pada diri mereka sendiri dan tetap berkomitmen pada tujuan mereka.
“Setiap orang punya impian dan ambisinya masing-masing, tapi apa pun yang Anda pikirkan, Anda bisa mencapainya,” ujarnya.
Dr Vira mengatakan, menjadi seorang ibu dan menyeimbangkan tanggung jawab profesional tidak menghalanginya untuk terus melanjutkan pendidikan.
Ia masih berencana untuk melanjutkan studinya, dengan mengatakan bahwa pendidikan harus tetap menjadi perjalanan seumur hidup.
“Pendidikan, keterbatasan, atau perubahan hidup tidak boleh menghentikan orang untuk belajar,” ujarnya.
Dia mendesak para remaja putri untuk fokus pada diri mereka sendiri, pendidikan mereka, dan ambisi mereka, mengingatkan mereka bahwa keadaan mereka tidak seharusnya menentukan apa yang dapat mereka capai.
Perjalanan hidupnya—mulai dari menyelesaikan pendidikan kelas 13 di Vanuatu, menerima beasiswa luar negeri, belajar kedokteran, dan kembali bertugas di rumah sakit nasional dan Vanuatu Mobile Force—adalah contoh dari apa yang dapat dicapai melalui tekad dan peluang.
Dr. Vira berharap pengalamannya akan menginspirasi lebih banyak perempuan muda untuk memasuki bidang yang secara tradisional dianggap menantang atau didominasi laki-laki, termasuk kedokteran, layanan kesehatan darurat, dan layanan berseragam.
Ia mengatakan bahwa masa depan bagian medis VMF bergantung pada penciptaan lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk melatih, melayani, dan mengembangkan keterampilan mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Vanuatu.
Lanjutkan Membaca


















