RakyatPos.id – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (UNAIR), Henri Subiakto menegaskan, yang paling diuntungkan jika Presiden Prabowo Subianto turun dari kekuasaan sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029 bukanlah Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo, melainkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Henri, hal itu terjadi karena secara konstitusional, jika presiden mengundurkan diri atau diberhentikan, maka penggantinya otomatis menjadi wakil presiden.
“Kalau ada demonstrasi atau kerusuhan besar-besaran, Pak Prabow yang tumbang. Dan secara konstitusional, kalau secara konstitusional ada yang salah dengan Pak Prabowo, siapa penggantinya? Ya, pasti wakil presiden,” ujarnya di kanal YouTube TV Justice Forum, dikutip Jumat (21/8).
Dalam konteks ini, Henri menegaskan, posisi wakil presiden sebenarnya bisa menjadi ancaman terbesar bagi Prabowo.
Artinya, dalam konteks tertentu, orang yang paling berbahaya bagi Pak Prabowo adalah wakil presiden. Bukan orang lain, imbuhnya.
Ia juga menyinggung partai oposisi seperti Anies dan Ganjar yang menurutnya tidak akan diuntungkan jika Prabowo tumbang.
“Anies tidak bisa jadi presiden. Harus melalui proses pemilu lagi, kalau tidak Ganjar akan sama. Kalau tidak, sama saja,” jelasnya.
Henri kemudian membandingkannya dengan sejarah politik Indonesia. Ia mencontohkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, digantikan BJ Habibie setelah berhalangan tetap.
Nah, makanya kalau ada yang salah dengan Pak Prabowo, Sololah yang justru diuntungkan, ujarnya.
Karena itu, menurut Henri, orang-orang yang kritis terhadap Prabowo kerap kebingungan. “Kalau terlalu keras, pada akhirnya yang diuntungkan adalah kubu Pak Jokowi,” ujarnya.



















