Staf Ahli Menteri Agama Dorong Terobosan MAN 1 Aceh Barat Buka Kelas Resmi dan Internasional
RakyatPos.id, BANDA ACEH — Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Agama RI, Dr H Faisal Ali Hasyim, SE MSi CA CSEP, menyatakan dukungannya terhadap setiap terobosan dan inovasi yang dilakukan pengelola madrasah guna meningkatkan mutu pendidikan Islam di daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Faisal Ali Hasyim dalam diskusi santai sambil ngopi bersama Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat H Khairul Azhar MA, dan Kepala Kemenag Kabupaten Bireuen Dr Zulkifli SAg MPd, serta sejumlah kepala madrasah di sebuah kedai kopi. di Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum silaturahmi tersebut, Faisal secara khusus menyoroti inisiatif pengembangan program unggulan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN), seperti pembentukan kelas khusus persiapan sekolah dinas dan Kelas Internasional yang akan dilaksanakan di MAN 1 Aceh Barat.
“Pada prinsipnya saya selalu mendorong para kepala madrasah untuk terus mencari terobosan dan inovasi guna meningkatkan mutu pendidikan. Mutu tidak hanya dicapai melalui proses konvensional, tetapi harus dilakukan dengan cara yang luar biasa,” kata Faisal Ali Hasyim.
Faisal menjelaskan, lulusan MAN mempunyai potensi besar untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi unggulan, baik di sekolah kedinasan (seperti Akmiliter, Akpol, STAN, dan PTN kedinasan lainnya) maupun perguruan tinggi luar negeri.
Namun proses seleksi masuk sekolah kedinasan memerlukan kualifikasi khusus yang tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran umum biasa.
Menurutnya, pembentukan Kelas Pengabdian merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjembatani aspirasi siswa madrasah.
Melalui program ini, siswa dipersiapkan secara terencana sejak awal, baik dari segi kemampuan akademik maupun kesiapan jasmani dan rohani.
“Masuk sekolah kedinasan itu tidak mudah. Tidak hanya memerlukan ilmu akademik, tapi juga kemampuan fisik. Dengan kelas kedinasan, anak-anak dipersiapkan sejak dini, bukan sekedar persiapan dadakan menjelang ujian,” tegasnya.
Selain kelas resmi, Faisal juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembukaan Kelas Internasional yang mengadopsi kurikulum berstandar global seperti Cambridge.
Langkah ini dinilai strategis untuk membuka peluang mahasiswa meraih beasiswa internasional, termasuk Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama dan LPDP.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri Agama mengingatkan para kepala madrasah untuk selalu menjaga kualitas dan tidak hanya mengejar kuantitas siswa dalam pembentukan kelas khusus.
“Lebih baik jumlah siswanya sedikit tapi persentase kelulusan dan kualitas siswanya tinggi, daripada membuka kuota yang banyak tapi banyak yang gagal. Tolok ukur keberhasilan program adalah dari persentase kualitas yang dicapai,” kata Faisal.
Ia juga mengajak madrasah-madrasah di berbagai daerah, termasuk daerah pesisir dan pedalaman, untuk tidak segan-segan mereplikasi (benchmark) model madrasah unggulan yang berhasil dikembangkan.
















