Jayapura, RakyatPos.id – Komisaris Tinggi Kepulauan Solomon untuk Papua Nugini (PNG), William Soaki menghadiri peluncuran resmi layanan penerbangan langsung pertama Solomon Airlines antara Honiara dan Port Moresby di Bandara Internasional Jacksons pada Selasa, 7 Juli 2026.
Penerbangan ini untuk meningkatkan konektivitas regional kedua negara Melanesia di bidang pariwisata dan perdagangan.
Peluncuran resmi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Eksekutif Perusahaan Bandara Nasional Papua Nugini, Manuai Kametan; Penjabat Komisaris Tinggi Papua Nugini untuk Kepulauan Solomon, Ibu Vaburi Riu; dan Manajer Komersial Solomon Airlines, John Wopereis, seperti dilansir RakyatPos.id dari laman www.tavulinews.com.sb, Senin (13/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluncuran layanan langsung mingguan baru, yang beroperasi setiap hari Selasa, menandai tonggak penting dalam memperkuat konektivitas udara antara Kepulauan Solomon dan Papua Nugini serta menghubungkannya dengan Asia.
Jalur langsung ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata, bisnis, investasi, pendidikan dan pertukaran antar masyarakat.
Dalam sambutannya, Komisaris Tinggi Soaki menyambut hangat dimulainya layanan langsung tersebut, dan menggambarkannya sebagai pencapaian penting yang semakin memperkuat persahabatan jangka panjang antara Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.
Sambungan langsung baru ini dikatakan lebih dari sekedar layanan penerbangan. Ini adalah jembatan lain yang menghubungkan kedua negara Melanesia.
“Hal ini menciptakan peluang yang lebih besar bagi komunitas kita untuk terhubung, memperkuat ikatan keluarga dan budaya, serta membuka jalan baru bagi generasi mendatang melalui peningkatan kerja sama dan kesejahteraan bersama,” kata Komisaris Tinggi.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Solomon Airlines atas visi dan komitmennya dalam membangun kembali rute langsung antara kedua ibu kota tersebut.
“Ini merupakan investasi penting bagi masa depan kawasan kita. Dengan mendekatkan komunitas kita, layanan ini akan menciptakan peluang baru bagi pariwisata, perdagangan, bisnis, investasi, dan kerja sama regional yang lebih luas,” ujarnya.
Komisaris Tinggi mencatat bahwa peristiwa tersebut memiliki arti khusus karena penerbangan perdananya bertepatan dengan peringatan 48 tahun Kemerdekaan Kepulauan Solomon.
“Memperingati empat puluh delapan tahun kemerdekaan, kita melakukannya dengan rasa syukur atas perjalanan dan keyakinan akan masa depan kita. Sudah sepatutnya pada hari ini kita membuka satu lagi gerbang yang menghubungkan rakyat kita dengan salah satu tetangga terdekat kita,” ujarnya.
“Tidak ada cara yang lebih baik untuk merayakan Kemerdekaan kita selain dengan memperkuat ikatan persahabatan dan konektivitas antara Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.”
Penumpang yang melakukan perjalanan pada penerbangan perdana tersebut diberikan sertifikat peringatan untuk menandai peristiwa bersejarah tersebut.
Anggota media Kepulauan Solomon juga berada dalam penerbangan perdananya untuk menyaksikan dan meliput pencapaian penting ini.
Komisi Tinggi Kepulauan Solomon menyambut baik dimulainya layanan penerbangan langsung sebagai demonstrasi praktis dari berkembangnya hubungan bilateral antara Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.
Mereka juga menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung inisiatif yang mendorong integrasi regional dan hubungan antar masyarakat yang lebih erat.
















