Pelabuhan Sandar di Susoh Abdya Rusak, Haji Uma Tampung Keluhan Nelayan

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Anggota DPD RI, Haji Uma mengunjungi Pelabuhan Ujong Serangga di Kecamatan Susoh, Abdya, setelah mendapat keluhan dari nelayan terkait kondisi pelabuhan yang rusak dan tidak layak pakai.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Haji Uma menilai, dangkalnya tempat berlabuh dan belum tuntasnya pembangunan pemecah gelombang membuat nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan, apalagi harus menyandarkan kapalnya di Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan.
  • Panglima Laot Abdya, T Indra Kesuma berharap pemerintah segera memperbaiki pelabuhan tersebut.

Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

RakyatPos.id, BLANGPIDIE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPD-RI), Haji Sudirman alias Haji Uma menerima keluhan nelayan terkait rusaknya pelabuhan dermaga di Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Minggu (19/7/2026).

Hal itu disampaikan Haji Uma usai melihat kondisi pelabuhan Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, bersama Panglima Laot Abdya, T Indra Kesuma.

“Dalam kunjungan tersebut kami melihat langsung kondisi pelabuhan yang sudah tidak layak pakai,” ujarnya.

Meski sektor maritim bukan domain Komite I DPD RI, Haji Uma akan menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah.

Kondisinya sangat memprihatinkan, tempat berlabuh juga dangkal sehingga nelayan harus mengeluarkan biaya untuk mengambil hasil tangkapannya, ujarnya.

Selain itu, kata dia, pembangunan pemecah gelombang di lokasi itu juga belum maksimal.

Baca juga: Haji Uma Serap Aspirasi Warga Saat Berkunjung ke Subulussalam, Soroti Konflik Lahan Transmigrasi

Akibat kerusakan tersebut, para nelayan harus menambatkan perahunya ke pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan.

“Ini akan memakan biaya lebih besar. Dengan adanya pelabuhan yang layak diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Laot Kabupaten Abdya, T Indra Kesuma mengatakan, permasalahan ini sudah berkali-kali disampaikan ke pihak berwenang, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

“Kami berharap pemerintah benar-benar peduli dengan nasib Pelabuhan Susoh,” ujarnya.

Saat itu, Indra menyampaikan apresiasinya kepada Haji Uma yang datang langsung menanggapi permasalahan nelayan.

“Kami berharap kondisi ini segera teratasi, sehingga memudahkan para nelayan dalam melabuhkan kapalnya,” tutupnya.

Baca juga:

Haji Uma Surati Kementerian ESDM, Minta Evaluasi dan Pencabutan IUP Pertambangan di Beutong Ateuh


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya
Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal
Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!
Sedang menikmati Nyabu, pelaku perampokan di Bireuen ditangkap polisi di rumahnya
Sengketa Papua Barat: Asal Usulnya
Bagaimana Saya Mendesain Ulang Kamar Tidur Saya dengan AI — Sebelum Menghabiskan Satu Sen untuk Perabotan
John Mulaney Mengumumkan 9 Pertunjukan di New York untuk tahun 2027
Markas Penipu Cinta di Malaysia Digerebek, Polisi Tangkap 335 Orang, 19 WNI Ditangkap

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:56 WIB

IMPW Ekspresikan Sikap Terhadap Konflik yang Berulang di Jayawijaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:46 WIB

Tak Seviral Anak Diduga Maling, Kondisi Anak Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Kurang Normal

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:36 WIB

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:31 WIB

Sedang menikmati Nyabu, pelaku perampokan di Bireuen ditangkap polisi di rumahnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:21 WIB

Sengketa Papua Barat: Asal Usulnya

Berita Terbaru

HEADLINE

Menangkan Jalan Anda: Jonas Brothers di Moncton!

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:36 WIB

HEADLINE

Sengketa Papua Barat: Asal Usulnya

Selasa, 28 Jul 2026 - 20:21 WIB