Jayapura, RakyatPos.id – Manajemen Markas Pusat, Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau Komnas TPNPB menyatakan telah mencabut sanksi internal terhadap Komando Pertahanan Daerah (Kodap) TPNPB III Ndugama Derakma yang dipimpin Brigjen Egianus Kogeya, Sabtu (25/7/2026).
Juru Bicara Manajemen Komnas TPNPB Markas Besar Sebby Sambom mengatakan, pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama resmi menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf kepada semua pihak atas kesalahpahaman terkait pembebasan pilot Philips Mark Martens.
Menurut Sambom, Komnas TPNPB Pusat telah menerima permintaan maaf dari seluruh pimpinan dan staf TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, serta mengklarifikasi kesalahpahaman dalam pembebasan pilot asal Selandia Baru yang disandera sejak 7 Februari 2023 di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Pegunungan Papua dan dibebaskan pada 21 September 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesalahpahaman dan permintaan maaf yang disampaikan pimpinan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bersama Pasukan TPNPB berarti Pengurus Markas Komnas TPNPB resmi mendukung Perang Pembebasan Nasional Bangsa Papua yang dilakukan Brigjen Egianus Kogeya beserta pasukan dari 3 Kowip dan 13 Batalyon TPNPB dalam rangka merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961, kata Sebby Sambom melalui aplikasi pesan singkatnya, Sabtu. (25/7/2026).
Menurut Sambom, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma juga resmi membuka kembali medan pertempuran melawan militer Indonesia, guna merebut kembali kemerdekaan Bangsa Papua.
“Iya, sebelum (diberikan) sanksi. Mereka (TPNPB Kodap III Ndugama Derakma) sudah mengevaluasi kesalahannya dan mengakuinya, maka sanksinya kita cabut dan perang kembali diaktifkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kodap III Derakma Ndugama Rumianus Wandikbo menyampaikan, pihaknya bersama jajaran di tiga Kowip dan 13 Batalyon dengan ini menyampaikan sikap dan permohonan maaf kepada Tuhan Bangsa West Papua, dunia leluhur masyarakat West Papua khususnya dunia leluhur di Nduga dan tulang belulang para pejuang kemerdekaan Papua yang gugur di medan pertempuran.
“Kepada seluruh masyarakat bangsa Papua Barat mulai dari Sorong hingga Samarai dan khususnya masyarakat Nduga. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat baik nasional maupun internasional yang selalu mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Papua. Mohon maaf jika kami salah dalam proses perjuangan yang terjadi,” kata Rumianus Wandikbo melalui audio visual yang diterima RakyatPos.id, Jumat (24/7/2026).
Rumianus Wandikbo mengatakan, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma juga meminta maaf kepada seluruh kurir dan TPNPB Badan Intelijen Papua atau PIS di 36 Kodam se-Papua, serta seluruh tim pejuang dalam dan luar negeri, serta seluruh perjuangan gerakan sipil jika partainya bersalah.
“Kami juga meminta maaf kepada aliran gereja baik nasional maupun internasional. Kepada seluruh jurnalis lokal, nasional, dan internasional yang telah mendukung dan mengadvokasi perjuangan kemerdekaan rakyat Papua untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua,” ujarnya.
















