Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Barat Tarmizi SP memfokuskan pembangunan di wilayah pedalaman, khususnya Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Strategi utamanya antara lain pengembangan wisata arung jeram, penguatan infrastruktur pencegahan bencana, dan peningkatan kualitas pendidikan.
- Perlindungan Tepian Sungai: Aceh Barat diproyeksikan mendapat anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp 470 miliar (2026–2028) dari Direktorat Sumber Daya Air untuk perlindungan tebing Sungai Krueng Woyla dan Krueng Meureubo.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
RakyatPos.id, MEULABOH – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP menegaskan komitmennya untuk mengembangkan Gampong Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen sebagai kawasan wisata berbasis alam.
Selain memperkuat sektor pendidikan dan infrastruktur, pemerintah daerah juga bersiap mengembangkan wisata arung jeram untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Tarmizi mengatakan, Pemkab Aceh Barat terus berupaya meningkatkan pembangunan di wilayah pedalaman, termasuk memastikan akses ke Sikundo tidak lagi terputus akibat bencana.
Menurut dia, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari Direktorat Sumber Daya Air, Aceh Barat akan mendapat alokasi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp470 miliar untuk pembangunan pelindung bantaran sungai dan muara.
Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk pembangunan tebing Sungai Krueng Woyla dan Sungai Krueng Meureubo, termasuk kawasan menuju Sikundo.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 hingga 2028.
“Kita akan fokus agar akses ke Sikundo tidak lagi terputus. Listrik sudah datang, selanjutnya kita akan fokus pada penguatan sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur sesuai kemampuan anggaran,” kata Tarmizi.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat Apresiasi Polda Aceh Bangun Jembatan Gantung di Sikundo
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga tengah menyiapkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil, antara lain di Sikundo, Alue Lhok dan daerah terpencil lainnya.
Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah metode pembelajaran Mudah, Menyenangkan dan Menyenangkan (Gasing) agar anak-anak di pedesaan mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan akademiknya.
Selain itu, pemerintah juga sedang merumuskan kebijakan pemberian insentif yang lebih besar bagi guru yang bekerja di daerah terpencil, sebagai upaya mendorong calon pendidik.
“Saat ini Dinas Pendidikan sedang merumuskan insentif bagi guru di daerah terpencil agar lebih besar, terutama bagi guru yang mengajar di daerah seperti Sikundo,” ujarnya.
Di bidang pariwisata, Tarmizi mengatakan, pemerintah telah berdiskusi dengan masyarakat Gampong Jambak dan Gampong Sikundo untuk mengembangkan kawasan wisata arung jeram di sepanjang sungai yang menghubungkan kedua desa tersebut.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki panorama alam yang masih alami, tebing sungai yang indah, serta menjadi habitat ikan kerling atau ikan Jurung (kancra), ikan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup di sungai berarus deras.
Ke depan, pemerintah berencana mendorong pembangunan kafe dan pusat kuliner yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

















