Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Nyatakan Perang Total Melawan AS!

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Perjanjian damai yang dicapai pada Juni lalu resmi bubar. Presiden Iran Masoud Pezeshkian terang-terangan menyatakan bahwa negaranya kini berada dalam kondisi perang skala penuh melawan Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tegas Pezeshkian disampaikan pada Senin (20/7/2026), menyusul gelombang serangan udara militer AS yang menghantam sejumlah wilayah strategis di Iran utara dan tengah.

Kenyataannya saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh, tegas Pezeshkian seperti dikutip The Straits Times, Selasa (21/7/2026).

Selat Hormuz Terkepung, Harga Minyak Meroket

Runtuhnya perjanjian gencatan senjata ini segera mengirimkan sinyal bahaya ke pasar global. Harga minyak dunia melonjak drastis ke level tertinggi dalam sebulan terakhir menyusul perebutan kekuasaan atas Selat Hormuz—arteri yang melayani seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Sebagai bentuk perlawanan, Teheran kembali memblokade Selat Hormuz sepenuhnya. Langkah ini ditanggapi dengan baik oleh Washington dengan segera menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Sejak konflik bersenjata ini pertama kali meletus pada akhir Februari, Iran secara agresif menargetkan pangkalan dan aset strategis AS di wilayah tersebut. Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) membenarkan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran AS yang tersebar di Bahrain, Yordania, dan Suriah.

Ancaman Houthi Menargetkan Jalur Minyak Arab Saudi

Eskalasi konflik diperkirakan akan semakin liar seiring munculnya ancaman baru dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Meski belum mengerahkan pasukannya langsung ke medan perang Iran-AS, sekutu terdekat Teheran ini mengancam akan mengunci dan memblokade pelabuhan Arab Saudi.

Ancaman Houthi ini berpotensi melumpuhkan jalur keluar ekspor minyak Riyadh. Sejauh ini Arab Saudi masih bisa mengalirkan jutaan barel minyak per hari melalui blokade Selat Hormuz melalui Pelabuhan Yanbu di pantai Laut Merah.

Jika Houthi benar-benar menyadari gertakannya dengan menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden, pasokan energi global tentu akan semakin kritis.

Situasi di kawasan itu semakin pelik setelah militer Arab Saudi dan kelompok Houthi dikabarkan saling baku tembak untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Konflik yang tadinya mereda kini kembali berkobar dan berisiko menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam pusaran perang terbuka.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Bentrokan maut di Tambak Matraman, satu orang tewas, sepeda motor dan rumah semi permanen terbakar
Diduga Amunisi Mulai Menipis, AS Hentikan Serangan ke Iran
Polisi tangkap 3 orang terkait bentrokan, Polsek Menteng digerebek massa
Denuvo Dihapus Dari 007 First Light Setelah Hanya Dua Bulan
Trump Menonaktifkan Hibah Air Force One ke Qatar, Diduga Tidak Memiliki Perlindungan Rudal
KNPB KJRI Klaim HUT XVI Jadi Ruang Pendidikan Politik Mahasiswa Papua
Legenda Merah Joey Votto Mengungkapkan Jumlah Pemukul Rushmore yang Dia Lawan
Bus Sipil vs Bus Militer di Suriah, 35 Penumpang Tewas

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Bentrokan maut di Tambak Matraman, satu orang tewas, sepeda motor dan rumah semi permanen terbakar

Senin, 27 Juli 2026 - 07:29 WIB

Diduga Amunisi Mulai Menipis, AS Hentikan Serangan ke Iran

Senin, 27 Juli 2026 - 07:18 WIB

Polisi tangkap 3 orang terkait bentrokan, Polsek Menteng digerebek massa

Senin, 27 Juli 2026 - 07:06 WIB

Denuvo Dihapus Dari 007 First Light Setelah Hanya Dua Bulan

Senin, 27 Juli 2026 - 06:55 WIB

Trump Menonaktifkan Hibah Air Force One ke Qatar, Diduga Tidak Memiliki Perlindungan Rudal

Berita Terbaru

HEADLINE

Diduga Amunisi Mulai Menipis, AS Hentikan Serangan ke Iran

Senin, 27 Jul 2026 - 07:29 WIB

HEADLINE

Denuvo Dihapus Dari 007 First Light Setelah Hanya Dua Bulan

Senin, 27 Jul 2026 - 07:06 WIB