Asosiasi pers mengutuk Israel karena mempertahankan larangan akses media ke Gaza – RakyatPos.id

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Pers Asing yang berbasis di AS pada hari Selasa menyatakan “kekecewaan mendalam” terhadap pemerintah Israel karena terus melarang akses media internasional tanpa batas ke Jalur Gaza, meskipun ada gencatan senjata. Anadolu laporan.

“Alih-alih mengajukan rencana untuk mengizinkan jurnalis masuk ke Gaza secara mandiri dan membiarkan kami bekerja bersama rekan-rekan Palestina kami yang pemberani, pemerintah malah memutuskan sekali lagi untuk melarang kami masuk,” kata asosiasi koresponden asing yang berbasis di AS dalam sebuah pernyataan. “Hal ini terjadi bahkan ketika gencatan senjata sudah diberlakukan.”

Pihak berwenang Israel telah membatasi akses independen bagi jurnalis internasional ke Gaza sejak perang dimulai pada tahun 2023, dan hanya mengizinkan sejumlah jurnalis yang masuk di bawah pengawalan militer berdasarkan kasus per kasus.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut media Israel, pemerintah Israel mengatakan kepada Mahkamah Agung pada hari Minggu bahwa larangan tersebut harus tetap berlaku karena apa yang digambarkan sebagai “risiko keamanan.”

BACA: 11 warga Palestina terluka saat pasukan Israel menyerbu Universitas Birzeit di Tepi Barat yang diduduki

FPA mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan “tanggapan yang kuat” ke pengadilan dalam beberapa hari mendatang.

“FPA yakin bahwa pengadilan akan memberikan keadilan mengingat terus menerus terjadi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip dasar kebebasan berbicara, hak masyarakat untuk mengetahui dan kebebasan pers,” kata pernyataan itu.

Pada awal Desember 2025, kantor media pemerintah Gaza mengatakan 257 jurnalis Palestina telah terbunuh dalam genosida Israel di Gaza yang dimulai pada 8 Oktober 2023, dan berlangsung selama dua tahun hingga perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025.

Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, tentara Israel telah melakukan ratusan pelanggaran, menewaskan 420 warga Palestina dan melukai 1.184 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan.

Gencatan senjata tersebut menghentikan perang Israel selama dua tahun yang menewaskan hampir 71.400 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, melukai lebih dari 171.200 lainnya, dan meninggalkan wilayah kantong tersebut dalam reruntuhan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan
SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas
Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028
Murlin Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FOBI Aceh 2026–2030, Siap Perkuat Pembangunan & Raih Prestasi PON 2028
53 Mahasiswa dari 12 Negara Ikuti Seleksi Masuk UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dijebloskan ke Penahanan
Ketua Dewan Universitas Al-Wasatiyyah Yaman Kunjungi Dayah Safinatun Naja di Nagan Raya
Febrie Adriansyah dititipkan di Rutan KPK selama 20 hari

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:36 WIB

Aceh Emas atau Aceh Gelisah? Haji Uma Beri Kuliah Umum, Tantang Generasi Muda Menjadi Penentu Masa Depan

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:23 WIB

SAKSI VIDEO – Warga Pedalaman Sikundo Mempertaruhkan Nyawanya Menyeberangi Jembatan Tali untuk Beraktivitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:53 WIB

Kejuaraan Golf Aceh Seri I Resmi Digelar, PGI Aceh Incar 4 Atlet Lolos PON 20028

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:22 WIB

53 Mahasiswa dari 12 Negara Ikuti Seleksi Masuk UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:52 WIB

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dijebloskan ke Penahanan

Berita Terbaru