Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengumumkan revisi besar-besaran terhadap jadwal imunisasi anak-anak AS pada tanggal 5 Januari, dengan menurunkan jumlah vaksin yang direkomendasikan untuk semua anak dari usia 17 menjadi 11 tahun. Perubahan tersebut dijelaskan oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr. sebagai upaya untuk menyelaraskan praktik Amerika dengan standar internasional.
Vaksinasi tidak lagi direkomendasikan untuk semua anak
Berdasarkan panduan baru ini, enam vaksin yang sebelumnya direkomendasikan untuk setiap anak kini direkomendasikan hanya untuk anak-anak yang dianggap “berisiko tinggi” atau melalui pengambilan keputusan bersama antara orang tua dan penyedia layanan kesehatan. Vaksin-vaksin tersebut adalah:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Hepatitis A
- Hepatitis B
- Flu (flu)
- Penyakit meningokokus
- Virus sinkronisasi pernapasan (RSV)
- Rotavirus
Vaksinasi yang tetap pada jadwal rutin
CDC terus merekomendasikan agar semua anak menerima vaksin yang melindungi terhadap campak, gondok dan rubella (MMR), polio, cacar air, Hib, penyakit pneumokokus, difteri-tetanus-pertusis (DTaP/Tdap), dan HPV. Vaksin HPV sekarang disarankan sebagai dosis tunggal, bukan dua atau tiga dosis.
Kelompok pediatrik memperingatkan risikonya
American Academy of Pediatrics (AAP) mengkritik keputusan tersebut, menyebutnya “berbahaya” dan memperingatkan bahwa hal itu dapat menyebabkan rendahnya tingkat vaksinasi. Pakar anak-anak memperingatkan bahwa mengurangi rekomendasi rutin dapat mengakibatkan tingginya angka penyakit yang dapat dicegah, rawat inap, dan kematian anak.
Ikuti kami
















