Uskup Agung Palestina Atallah Hanna memperingatkan kampanye 'demonisasi' yang menargetkan UNRWA – RakyatPos.id

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Agung Atallah Hanna, Uskup Agung Ortodoks Yunani di Sebastia, telah memperingatkan adanya kampanye “sistematis” yang bertujuan untuk menjelek-jelekkan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), termasuk upaya untuk menggambarkannya sebagai “organisasi teroris”.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di halaman Facebook-nya pada hari Rabu, Uskup Agung Hanna mengatakan kampanye tersebut menargetkan badan kemanusiaan PBB yang telah memainkan peran sentral dalam melayani pengungsi Palestina sejak Nakba tahun 1948.

Dia mengatakan bahwa pengambilalihan markas UNRWA di Yerusalem dan pengusiran pegawainya mencerminkan “permusuhan yang tidak dapat dibenarkan terhadap organisasi internasional yang menyaksikan Nakba dan mengenang penderitaan rakyat Palestina”.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uskup Agung Hanna menambahkan bahwa hasutan terhadap UNRWA terus berlanjut meskipun bantuan dan bantuan kemanusiaan telah dilakukan sejak tahun 1948, khususnya di kamp-kamp pengungsi. Dia menggambarkan penargetan badan tersebut sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghapus masalah pengungsi Palestina dan melemahkan hak-hak historis para pengungsi.

Dia meminta negara-negara Arab dan para pendukung rakyat Palestina di seluruh dunia untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan kampanye hasutan, dan menekankan bahwa peran UNRWA menjadi semakin penting mengingat krisis kemanusiaan yang semakin mendalam di Jalur Gaza.

Uskup Agung Hanna mengatakan mandat pendirian badan tersebut tetap berlaku sepenuhnya, dan mencatat bahwa “konsekuensi Nakba 1948 masih ada di hadapan kita”, dan bahwa rakyat Palestina telah mengalami “Nakba baru di Gaza”, bersamaan dengan perkembangan yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang diduduki.

Ia menyimpulkan dengan mendesak penolakan dan kecaman terhadap segala bentuk hasutan terhadap UNRWA, dan menyerukan perlindungan misi kemanusiaan dan bantuan “selama masa-masa menyakitkan dan menyedihkan yang dialami rakyat kita”.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru