Turki sedang melakukan pembicaraan untuk bergabung kembali dengan program jet tempur F-35 AS, kata utusan tersebut

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANKARA, 10 Desember (Reuters) – AS sedang berdiskusi dengan Turki mengenai bergabungnya kembali Ankara dengan program jet tempur F-35 dan Washington berharap perundingan tersebut akan menghasilkan terobosan ⁠dalam beberapa bulan mendatang, kata duta besar AS untuk Turki pada Rabu.

Washington menyingkirkan Ankara dari Lockheed Martin memajukan program F-35 dan menjatuhkan sanksi pada tahun 2020 atas akuisisi sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Turki mengatakan langkah tersebut tidak adil dan menyuarakan harapan bahwa kedua pihak dapat mengatasi masalah ini pada masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Amerika Serikat sedang melakukan diskusi dengan Turki ⁠mengenai keinginan mereka untuk bergabung kembali dengan program F-35 dan kepemilikan sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia,” kata Duta Besar Tom Barrack dalam postingan di X.

Barrack mengatakan hukum AS tidak akan mengizinkan Turki mengoperasikan atau memiliki sistem S-400 jika negara itu ingin kembali ke program F-35. Dia juga mengatakan hubungan antara Trump dan Presiden Turki Tayyip ⁠Erdogan telah menciptakan suasana ⁠kerja sama baru, yang telah menghasilkan “percakapan paling bermanfaat yang pernah kami lakukan mengenai topik ini dalam hampir satu dekade.”

“Harapan kami adalah perundingan ini akan menghasilkan terobosan dalam beberapa bulan mendatang yang memenuhi persyaratan keamanan Amerika Serikat dan Turki,” katanya.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Reuters bahwa dia yakin Turki dan AS akan menemukan cara untuk menghapus sanksi Amerika “segera” dan sekutu NATO sudah mulai mengatasi masalah ini.

Kepemilikan S-400 oleh Turki tetap menjadi hambatan utama untuk bergabung kembali dengan program F-35. Washington mengatakan S-400 merupakan ancaman bagi jet tempur F-35 dan sistem pertahanan NATO yang lebih luas. Turki menolak hal itu dan mengatakan S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam NATO. Para pejabat Turki telah berulang kali menolak gagasan untuk membatalkan keputusan mereka yang memiliki S-400 untuk ⁠kembali ke program F-35.

(Laporan oleh Huseyin Hayatsever, Penyuntingan oleh Ece Toksabay dan Thomas Derpinghaus)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru