Studi Menghubungkan Asupan Kopi Yang Lebih Tinggi Dengan Peningkatan Nyeri Kronis Pada Orang Dewasa Lanjut Usia

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdebatan mengenai kesehatan seputar kopi terus berlanjut seiring dengan studi baru dari Nicolaus Copernicus University yang mengungkapkan temuan mengejutkan pada orang lanjut usia. Para peneliti yang memantau 205 peserta sehat berusia 60 hingga 88 tahun menemukan bahwa peningkatan konsumsi kopi dikaitkan dengan peningkatan signifikan tingkat nyeri kronis, sedangkan konsumsi ikan berminyak yang lebih sering tampaknya mengurangi rasa tidak nyaman. Hasilnya menyoroti bagaimana pilihan pola makan jangka panjang dapat mempengaruhi persepsi nyeri jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

ASUPAN KOPI BERKORELASI DENGAN TINGKAT NYERI YANG LEBIH TINGGI

Peserta dimonitor setiap minggu untuk konsumsi kopi dan diminta untuk menilai rasa sakit mereka pada skala sepuluh poin. Mereka yang meningkatkan asupan kopi mingguannya menunjukkan rata-rata peningkatan intensitas nyeri sebesar 6,56 poin.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peneliti berpendapat bahwa paparan kafein yang tinggi dapat membuat neuron menjadi peka seiring berjalannya waktu, membuat individu lebih rentan terhadap nyeri kronis meskipun kafein dalam dosis kecil dapat meningkatkan pereda nyeri jangka pendek.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, mulas, dan bahkan gangguan kontrol glukosa darah—terutama bila dikonsumsi saat perut kosong.

IKAN BERMINYAK MUNCUL UNTUK MEREDAKAN NYERI KRONIS

Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi lebih banyak ikan berminyak melaporkan penurunan tingkat nyeri sebesar 4,45 poin. Tim mengaitkan hal ini dengan asam lemak omega-3, yang dikenal karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya untuk mendukung fungsi saraf.

Para peneliti mencatat bahwa meskipun kopi sendiri mengandung senyawa dengan efek anti-inflamasi, dampak jangka panjang kafein pada sistem saraf mungkin mengesampingkan manfaat ini bagi orang dewasa yang lebih tua.

INTERPRETASI YANG BERHATI-HATI

Terlepas dari temuan penting ini, para peneliti memperingatkan bahwa hasilnya harus dilihat dengan hati-hati. Penelitian ini tidak menetapkan penyebab langsung, dan uji coba terkontrol yang lebih besar akan diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan yang diamati.

Namun, penelitian ini menggarisbawahi bagaimana penyesuaian pola makan yang ditargetkan—seperti meningkatkan asupan ikan dan mengurangi kafein—dapat membantu orang lanjut usia mengatasi rasa sakit sehari-hari dengan lebih efektif.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru