Rekor pengunduran diri dokter dan perawat asing di Inggris karena rasisme

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Presiden Akademi Royal Medical Colleges di Inggris, Janet Dixon, mengatakan jumlah dokter dan perawat asing yang mengundurkan diri dari Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service) mencapai rekor tertinggi karena meningkatnya retorika rasisme dan anti-imigran.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbicara kepada surat kabar The Guardian, hari ini, Sabtu, Dixon mengemukakan bahwa tahun lalu terdapat angka tertinggi dokter asing yang mengundurkan diri dari Layanan Kesehatan Nasional dalam sejarah Inggris.

Dia menunjukkan bahwa jumlah pekerja asing baru yang datang setelah Inggris keluar dari Uni Eropa mengalami stagnasi, dan menambahkan bahwa jumlah bidan dan perawat baru yang bergabung di sektor kesehatan telah menurun secara signifikan.

Presiden Academy of Royal Medical Colleges, memperingatkan bahwa sistem layanan kesehatan akan runtuh jika tidak ada pekerja asing.

Dia menjelaskan bahwa retorika permusuhan beberapa politisi terhadap imigran, dan ekspresi permusuhan terhadap mereka di media, selain paparan verbal dan serangan rasis dari beberapa pasien terhadap pekerja asing, merupakan salah satu alasan paling menonjol di balik pengunduran diri dan penurunan jumlah pendatang baru.

“Kami sedang mengembangkan budaya yang menggambarkan orang asing sebagai orang yang buruk,” kata Dixon. “Bahkan jika Anda belum pernah ke Inggris, hanya dengan mengikuti media dan media sosial kami serta mendengarkan politisi kami sudah cukup untuk melihat sejauh mana permusuhan yang terjadi.”

Dia menambahkan bahwa orang asing “melihat serangan terhadap sinagoga Yahudi, protes anti-Muslim, dan mendengar narasi bahwa imigrasi adalah hal yang buruk dan ini adalah masalah terbesar di negara ini.”

Dixon bertanya-tanya, dengan mengatakan: “Mengapa orang-orang pergi ke tempat di mana mereka tidak diterima?”, mengingat Inggris telah dipandang sebagai negara yang tidak ramah dan rasis.

Academy of Royal Medical Colleges mencakup 22 akademi dan perguruan tinggi kedokteran di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara (empat negara yang membentuk Britania Raya).

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Rombongan OTT Pemalang Tiba di Gedung KPK, Ada Istri Bupati Anom Widiyantoro
Tak melarang, begitulah cara SMP Bumi Usaha Cendekia Yogyakarta mengalihkan siswanya dari penggunaan gadget
Sengketa Papua Barat: Irredentisme Indonesia
Dua Anak Satpam yang Meninggal di Waduk Jatiluhur Dapat Beasiswa Belajar, Kemensos Berikan Bantuan
Apa yang Dikatakan dan Apa yang Terjadi
Keterampilan Menulis di Era Digital, Kadispenad: Bisa, Karena Biasa
Pemprov Papua Tengah: Cadangan Pangan Harus Disiapkan Sebelum Krisis
Roy Suryo Tuntut Kompensasi Rp 206 Juta ke Polda Metro Jaya: Kalau Dikabulkan Akan Donasi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:50 WIB

Rombongan OTT Pemalang Tiba di Gedung KPK, Ada Istri Bupati Anom Widiyantoro

Kamis, 30 Juli 2026 - 01:35 WIB

Tak melarang, begitulah cara SMP Bumi Usaha Cendekia Yogyakarta mengalihkan siswanya dari penggunaan gadget

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:55 WIB

Sengketa Papua Barat: Irredentisme Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:07 WIB

Apa yang Dikatakan dan Apa yang Terjadi

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:04 WIB

Keterampilan Menulis di Era Digital, Kadispenad: Bisa, Karena Biasa

Berita Terbaru

HEADLINE

Sengketa Papua Barat: Irredentisme Indonesia

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:55 WIB