Selamat malam para pembaca Middle East Eye,
Israel melancarkan serangan di Tepi Barat yang diduduki pada hari Jumat, mengirim tentara dari Tubas dan Betlehem, ke Ramallah dan Jericho, menurut kantor berita Palestina Wafa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran terhadap Lebanon, yang Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah melaporkan serangan di sekitar selusin lokasi, termasuk hingga sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan Israel.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi rancangan resolusi pada hari Jumat yang menuntut agar Israel mengizinkan akses kemanusiaan penuh ke Jalur Gaza. Resolusi tersebut mendukung pendapat penasihat Mahkamah Internasional (ICJ) baru-baru ini yang menguraikan kewajiban Israel sebagai “kekuatan pendudukan” dan sebagai negara anggota PBB untuk memfasilitasi bantuan. Hal ini juga mendukung peran Unrwa di enclave.
Inilah hal lain yang perlu Anda ketahui:
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada tahun 2025 terjadi pertumbuhan terbesar dalam rencana pemukiman di wilayah pendudukan Palestina sejak pemantauan PBB dimulai.
- Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi tidak berencana untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Times of Israel melaporkan, meskipun media Israel lainnya melaporkan bahwa Netanyahu menginginkan pertemuan tersebut.
- Pemukim Israel menembaki warga Palestina pada hari Jumat di Khirbet Ibziq, utara Tubas, di Tepi Barat yang diduduki, menurut kantor berita Palestina Wafa
















