Rekap malam
Blog langsung kami akan segera ditutup hingga besok pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut perkembangan penting hari ini:
-
Jumlah korban tewas akibat perang genosida Israel di Gaza telah meningkat menjadi 71.266 orang, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Sabtu.
-
Dalam 48 jam terakhir, empat orang tewas akibat tembakan Israel, sementara 25 jenazah lainnya berhasil ditemukan dan dibawa ke rumah sakit.
-
Sejak gencatan senjata pada bulan Oktober, setidaknya 414 orang telah tewas akibat tembakan Israel, tambah kementerian itu.
-
Direktur Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa terjadi penurunan angka kelahiran sebesar 40 persen di Jalur Gaza dan peningkatan tajam angka keguguran dibandingkan tahun lalu, dan menyalahkan malnutrisi dan terbatasnya pasokan medis.
-
Sindikat Jurnalis Palestina mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan Israel terhadap jurnalis Palestina telah meluas melampaui pembunuhan, cedera, penangkapan dan pembatasan liputan hingga mencakup penargetan sistematis terhadap keluarga mereka.
-
Temuan tersebut, berdasarkan dokumentasi Komite Kebebasan sindikat tersebut, menunjukkan bahwa serangan terhadap keluarga jurnalis telah menjadi pola yang berulang dan terorganisir sepanjang tahun 2023, 2024, dan 2025.
-
Komite tersebut mencatat kematian sekitar 706 kerabat jurnalis di Jalur Gaza selama periode tersebut, dan menekankan bahwa skala dan konsistensi serangan menunjukkan bahwa serangan tersebut bukanlah akibat dari kondisi masa perang yang acak.
-
Kota-kota di Gaza utara mengatakan pasukan Israel telah mengubah daerah itu menjadi zona bencana dengan terus memblokir masuknya air, bahan bakar, suku cadang dan bahan-bahan rekonstruksi, sehingga memperparah keruntuhan layanan dasar dan krisis kemanusiaan.
-
Prancis mengutuk tembakan Israel di Lebanon selatan yang melukai ringan seorang penjaga perdamaian PBB, dan menggambarkannya sebagai bagian dari pola insiden baru-baru ini yang menargetkan pasukan PBB.
















