Pertemuan Suku menuntut penggantian tenda pengungsian dengan rumah mobil

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Hari ini, Sabtu, Pertemuan Nasional Suku, Klan dan Keluarga di Jalur Gaza menyerukan penggantian tenda pengungsian yang sudah usang dengan rumah mobil (karavan) untuk melindungi warga Palestina, mengingat proses panjang untuk membangun kembali apa yang dihancurkan Israel selama perang genosida.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disampaikan dalam pidato yang disampaikan oleh Ketua Komisi Tertinggi Urusan Kesukuan, “Abu Salman” Al-Mughni, dalam konferensi yang diadakan oleh pertemuan tersebut di Kota Gaza, sehari setelah depresi yang melanda Jalur Gaza selama 3 hari mereda, mengakibatkan kematian 14 warga Palestina dan hilangnya satu orang, serta kerusakan dan tenggelamnya 53.000 tenda, seluruhnya atau sebagian, menurut data resmi.

Al-Mughni mengatakan dalam pidatonya: “Tenda di depan Anda tidak dapat melindungi mereka yang tinggal di dalamnya,” menjelaskan bahwa selama masa depresi, banyak dari tenda-tenda ini terendam air hujan, dan tenda tersebut membuktikan bahwa tenda tersebut “sama sekali tidak mampu melindungi para pengungsi.”

Dia melanjutkan: “Tenda-tenda usang ini hanya dapat digunakan untuk beberapa hari mengingat kehancuran rumah kami (selama genosida).”

Ia menyerukan agar disediakan rumah mobil bagi pengungsi Palestina dibandingkan tenda-tenda usang untuk berlindung, dan menambahkan: “Proses rekonstruksi di Gaza akan memakan waktu lama, dan kami tidak bisa tinggal di tenda-tenda selama proses tersebut.”

Dia meminta Mesir, yang diwakili oleh Presidennya Abdel Fattah El-Sisi, untuk mengarahkan energinya untuk menghilangkan puing-puing rumah dan mendirikan karavan sebagai penggantinya. Dia mengatakan tentang hal ini: “Kami hanya menginginkan setiap rumah yang hancur, untuk mendapatkan area yang cukup untuk dibuldoser agar dapat menampung karavan di sebelahnya hingga rekonstruksi.”

Al-Mughni menegaskan penolakannya terhadap apa yang dipromosikan oleh otoritas pendudukan mengenai niat mereka untuk mendirikan kota-kota kemanusiaan yang menentukan siapa yang boleh memasukinya atau tidak, mengingat ini adalah “tanda-tanda pertama deportasi paksa ke luar Jalur Gaza.”

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru