Langkah ini diambil menyusul data yang memprihatinkan bahwa sejak tahun 2000, sekitar 70 hektar kawasan hutan lindung di Simego telah diubah secara ilegal menjadi lahan pertanian sayuran. Jika tidak dikendalikan, degradasi lahan ini mengancam wilayah rendah seperti Karanganyar, Wonopringgo, dan Kedungwuni dengan banjir bandang dan tanah longsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolri: Ini investasi jangka panjang, bukan sekadar seremonial
Dalam sambutannya Kapolres Pekalongan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan generasi mendatang.
“Kegiatan penghijauan yang kita lakukan saat ini tidak sekedar seremonial saja. Ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi anak cucu kita di tengah ancaman perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan upaya preventif yang paling efektif untuk menjaga stabilitas tanah dan ketersediaan air bersih,” tegas AKBP Rachmad.
Kapolri juga menyoroti pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat petani agar tidak terus melakukan budidaya ilegal di hutan lindung yang dapat merusak fungsi ekologi hutan.
Rangkul Warga: Hasil Panen Pohon untuk Masyarakat
Sebanyak 1.000 bibit pohon tahunan ditanam pada tahap pertama ini. Kapolri memastikan kegiatan ini berkelanjutan dan menjadi teladan bagi daerah lain. Menariknya, pihak kepolisian dan Perhutani sudah berkoordinasi agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat ekonomi.
“Kami mulai mengajak masyarakat untuk menanam tanaman tahunan. Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani, bibit pohon yang kami tanam hari ini akan diberikan kepada masyarakat setelah panen. Jadi, kelestarian alam tetap terjaga, kesejahteraan warga juga diperhatikan,” tambah AKBP Rachmad.
Kapolri juga mengingatkan, dalam mencegah bencana, seluruh elemen harus bersatu dan bekerja sama.
“Kita punya slogan: Jagalah alam, maka alam akan menjaga kita. Semoga langkah Simego ini menjadi awal pemulihan hutan lindung kita,” tutupnya.
Aksi penanaman pohon ini diakhiri dengan penanaman simbolis oleh aparat Forkopimda bersama warga sekitar di titik-titik rawan longsor yang telah dipetakan. (ozy)
















