Pusat Informasi Palestina
Pemain Kuwait Sultan Hassan mengundurkan diri dari pertandingan yang dijadwalkan melawan pemain anggar Israel Dov Wilinsky di babak penyisihan grup Piala Dunia Anggar yang diadakan di Vancouver, Kanada, dalam sebuah insiden baru yang mencerminkan perluasan boikot olahraga terhadap “Israel” di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Surat kabar “Israel Today” melaporkan bahwa pemain asal Kuwait tersebut mengumumkan bahwa ia terinfeksi penyakit tersebut sebelum pertarungan dimulai, sehingga ia dikeluarkan dari sisa kompetisi, mengingat bahwa insiden tersebut terjadi dalam konteks serangkaian kasus serupa, terutama mengingat tidak adanya hubungan diplomatik antara Kuwait dan pendudukan.
Surat kabar tersebut juga mengingat kejadian sebelumnya ketika seorang pemain Kuwait memboikot pertandingan terakhir melawan pesaing Israel dalam turnamen tenis untuk junior di bawah usia 14 tahun, sebuah posisi yang mendapat pujian luas pada saat itu di Kuwait.
Menurut surat kabar tersebut, Wilensky meraih kemenangan teknis setelah pemain Kuwait itu mengundurkan diri, dan melanjutkan perjalanannya di turnamen tersebut, meraih kemenangan di babak kualifikasi pertama, yang membuatnya lolos ke babak 64 besar.
Tiga pemain anggar Israel lainnya, Yuval Freilich, Alon Sarid, dan Jonathan Messika, juga berpartisipasi dalam turnamen tersebut, dan mereka semua mampu mencapai babak yang sama tanpa insiden serupa.
Insiden-insiden ini bertepatan dengan meningkatnya gerakan boikot olahraga global sebagai protes terhadap perang genosida yang dilancarkan pasukan pendudukan di Jalur Gaza selama dua tahun, yang mengakibatkan kematian lebih dari 70.000 warga Palestina dan cedera lebih dari 170.000 orang.
Meskipun perjanjian gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, pasukan pendudukan terus melakukan pelanggaran di Jalur Gaza, termasuk mengebom daerah berpenduduk dan menyebabkan lebih banyak korban jiwa di kalangan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan.
















