Penarikan pemain Kuwait memperburuk isolasi atlet Israel

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Pemain Kuwait Sultan Hassan mengundurkan diri dari pertandingan yang dijadwalkan melawan pemain anggar Israel Dov Wilinsky di babak penyisihan grup Piala Dunia Anggar yang diadakan di Vancouver, Kanada, dalam sebuah insiden baru yang mencerminkan perluasan boikot olahraga terhadap “Israel” di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Surat kabar “Israel Today” melaporkan bahwa pemain asal Kuwait tersebut mengumumkan bahwa ia terinfeksi penyakit tersebut sebelum pertarungan dimulai, sehingga ia dikeluarkan dari sisa kompetisi, mengingat bahwa insiden tersebut terjadi dalam konteks serangkaian kasus serupa, terutama mengingat tidak adanya hubungan diplomatik antara Kuwait dan pendudukan.

Surat kabar tersebut juga mengingat kejadian sebelumnya ketika seorang pemain Kuwait memboikot pertandingan terakhir melawan pesaing Israel dalam turnamen tenis untuk junior di bawah usia 14 tahun, sebuah posisi yang mendapat pujian luas pada saat itu di Kuwait.

Menurut surat kabar tersebut, Wilensky meraih kemenangan teknis setelah pemain Kuwait itu mengundurkan diri, dan melanjutkan perjalanannya di turnamen tersebut, meraih kemenangan di babak kualifikasi pertama, yang membuatnya lolos ke babak 64 besar.

Tiga pemain anggar Israel lainnya, Yuval Freilich, Alon Sarid, dan Jonathan Messika, juga berpartisipasi dalam turnamen tersebut, dan mereka semua mampu mencapai babak yang sama tanpa insiden serupa.

Insiden-insiden ini bertepatan dengan meningkatnya gerakan boikot olahraga global sebagai protes terhadap perang genosida yang dilancarkan pasukan pendudukan di Jalur Gaza selama dua tahun, yang mengakibatkan kematian lebih dari 70.000 warga Palestina dan cedera lebih dari 170.000 orang.

Meskipun perjanjian gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, pasukan pendudukan terus melakukan pelanggaran di Jalur Gaza, termasuk mengebom daerah berpenduduk dan menyebabkan lebih banyak korban jiwa di kalangan warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru