PBB membunyikan alarm atas serangan udara Israel yang berulang kali terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon – RakyatPos.id

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PBB pada hari Jumat kembali memperingatkan Israel atas serangan udara terbaru terhadap Lebanon selatan, dan menyebut serangan berulang tersebut sebagai “pelanggaran nyata” terhadap Resolusi Dewan Keamanan 1701. Anadolu laporan.

“Pada Kamis sore, pasukan penjaga perdamaian dari misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan, yang dikenal sebagai UNIFIL, mengamati serangkaian serangan udara Israel di wilayah operasinya di Lebanon selatan,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric pada konferensi pers, seraya menambahkan bahwa serangan Israel “terjadi ketika Angkatan Bersenjata Lebanon terus melakukan operasi untuk mengendalikan senjata dan infrastruktur tidak sah di Lebanon selatan.”

“Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan 1701,” katanya, sambil mendesak militer Israel untuk “menggunakan mekanisme penghubung dan koordinasi yang tersedia bagi mereka untuk menyelesaikan masalah ini.”

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kamis malam, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon “didekati oleh enam orang yang mengendarai tiga sepeda motor di dekat daerah Bint Jbeil, dan satu orang melepaskan sekitar tiga tembakan ke bagian belakang kendaraan PBB,” kata Dujarric, menekankan bahwa “serangan terhadap penjaga perdamaian tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi 1701.”

Resolusi tersebut menyerukan penghentian permusuhan antara Hizbullah dan Israel, serta pembentukan zona bebas senjata antara Sungai Litani dan batas Garis Biru yang dipetakan oleh PBB yang memisahkan Lebanon dari Israel dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

“Kami mengingatkan pihak berwenang Lebanon akan kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, dan kami menuntut penyelidikan penuh dan segera untuk membawa pelakunya ke pengadilan,” tambahnya.

Gencatan senjata dicapai antara Tel Aviv dan Beirut tahun lalu, setelah lebih dari setahun terjadi serangan yang dilatarbelakangi genosida di Jalur Gaza. Lebih dari 4.000 orang tewas dan 17.000 lainnya luka-luka.

Setidaknya 335 orang tewas dan 973 lainnya terluka dalam 1.038 serangan Israel sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada November 2024, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Tentara Israel seharusnya mundur dari Lebanon selatan pada Januari 2025 berdasarkan gencatan senjata, namun hanya mundur sebagian dan terus mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru