Laporan – Pemantau Timur Tengah

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Luar Negeri Swiss sedang memeriksa apakah perusahaan analisis data AS Palantir harus mendaftar ke otoritas Swiss berdasarkan undang-undang tentara bayaran di negara tersebut, menyusul laporan tentang peran kontroversial perusahaan tersebut dalam operasi militer Israel di Gaza, Swissinfo melaporkan pada hari Senin.

Zurich berfungsi sebagai pusat hubungan bisnis Palantir di Eropa, dan perusahaan tersebut telah membangun hubungan yang signifikan dengan perusahaan-perusahaan Swiss dan promotor lokasi meskipun tidak ada kontrak agen federal atau militer yang terwujud, menurut laporan tersebut. Sekitar 60 orang bekerja di Zurich dalam pengembangan dan pendistribusian produk perangkat lunak, termasuk Foundry, yang menurut perusahaan difokuskan untuk penggunaan sipil namun juga dapat digunakan dalam konteks pertahanan.

Berdasarkan undang-undang tentara bayaran Swiss, perusahaan yang “menyediakan layanan keamanan swasta di luar negeri dari Swiss” atau mendukung infrastruktur logistik harus mendaftar ke pemerintah federal, dan “semua kegiatan yang direncanakan di luar Swiss harus diumumkan ke kementerian luar negeri.” Kementerian diwajibkan untuk menyelidiki “setiap tuduhan yang kredibel terkait dengan undang-undang tentara bayaran,” dan tindakan tersebut dipicu oleh pertanyaan dari media Swiss, Republik dan kolektif peneliti WAV, serta pemberitaan lain mengenai aktivitas Palantir.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dihubungi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Swiss mengatakan kepada Swissinfo bahwa “pemeriksaan sedang dilakukan untuk menentukan apakah ada kewajiban deklarasi seperti itu bagi Palantir.” Jika demikian, perusahaan tersebut harus mendaftarkan aktivitasnya dan mendapatkan persetujuan dari otoritas Swiss, yang juga dapat menyebabkan perusahaan tersebut secara resmi dianggap sebagai perusahaan teknologi militer Swiss.

Para eksekutif Palantir telah mengakui tantangan reputasi perusahaan di Eropa, kata laporan itu. Dalam pertemuan sebelumnya dengan para jurnalis, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pelanggan “selalu memegang kendali penuh atas data mereka dan semua analisis selanjutnya serta proses pengambilan keputusan,” dan bahwa tidak ada bisnis yang terkait langsung dengan Israel yang dilakukan dari Zurich.

BACA: Pemenang Eurovision Swiss mengembalikan trofi sebagai protes atas partisipasi Israel

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru