Kovenan untuk Yerusalem…sebuah konferensi yang memperbaharui keinginan negara tersebut untuk menghadapi genosida dan likuidasi

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Informasi Palestina

Kegiatan Konferensi Perjanjian Yerusalem akan dimulai pada hari Sabtu dan Minggu, 6 dan 7 Desember, di Istanbul, dengan partisipasi tokoh-tokoh Arab dan Islam dari para pemimpin agama, intelektual dan parlemen serta organisasi masyarakat sipil, dengan tujuan untuk memperbarui kemauan bangsa dalam menghadapi genosida dan likuidasi rakyat Palestina yang sedang berlangsung, dan menempatkan Yerusalem dan Al-Aqsa di garis depan kesadaran dan opini publik.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konferensi tersebut bertajuk Perjanjian untuk Yerusalem: Menuju Pembaruan Kehendak Bangsa dalam Menghadapi Likuidasi dan Pemusnahan, dan diadakan di tengah berlanjutnya kejahatan Israel di Jalur Gaza selama dua tahun, upaya untuk menetapkan fakta-fakta baru di Yerusalem dan Tepi Barat, serta berlanjutnya kebijakan aneksasi dan perpindahan serta penargetan identitas Arab dan Islam.

Lembaga-lembaga Arab dan Islam menyerukan konferensi ini, terutama Yayasan Al-Quds Internasional, bekerja sama dengan Konferensi Nasional Islam, Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, Koalisi Global untuk Mendukung Yerusalem dan Palestina, Asosiasi Anggota Parlemen untuk Yerusalem, Forum Global untuk Moderasi, Asosiasi Al-Baraka Aljazair, Endowment of the Nation’s Representatives, Gerakan Manusia dan Peradaban, dan Forum Muslim Eropa.

Dokumen undangan konferensi, yang salinannya diperoleh oleh Pusat Informasi Palestina, berbicara tentang transisi proyek kolonial Zionis dari tahap perang terbuka di Gaza ke tahap investasi dalam kejahatan dan menggunakannya untuk melikuidasi perjuangan Palestina dan memberikan legitimasi implisit terhadap kebijakan normalisasi, yang mengarah pada penguatan pengaruh pendudukan di Yerusalem dan Tepi Barat.

Para penyelenggara menekankan bahwa kegagalan komunitas internasional menghentikan genosida dan pengepungan mengharuskan para elit Arab dan Islam untuk memikul tanggung jawab historis mereka dan memobilisasi kekuatan yang ada untuk menghadapi jalan ini.

Topik konferensi

Konferensi ini mencakup tiga hal utama: memperbarui keinginan negara untuk melindungi Yerusalem dan Al-Aqsa serta menghadapi Yudaisasi dan pencabutan akarnya, memperbarui keinginan untuk menghadapi genosida dan pengepungan di Gaza serta mengadili para pelaku kejahatan, dan memperkuat ketabahan warga Palestina di Tepi Barat dan internal Palestina dalam menghadapi aneksasi, pengungsian, dan likuidasi identitas.

Sesi konferensi berlangsung selama dua hari, dan mencakup intervensi politik, hukum, intelektual dan hukum yang disampaikan oleh para ahli dari berbagai negara.

Inisiatif penting

Konferensi ini dijadwalkan untuk mengeluarkan tiga inisiatif penting: Dokumen Kovenan Yerusalem sebagai deklarasi komprehensif yang menegaskan kepatuhan terhadap konstanta, inisiatif populer global untuk mengkriminalisasi genosida dan mengadili para pelakunya, dan inisiatif untuk mengkriminalisasi normalisasi sebagai pintu gerbang keterlibatan Israel dalam kejahatan.

Konferensi ini juga akan menyaksikan pengumuman seruan global untuk mengkriminalisasi Zionisme sebagai ideologi yang menghasilkan genosida dan praktik apartheid.

Konferensi ini mewakili sebuah platform untuk menyatukan upaya dan bertukar visi antara elit Arab dan Islam, dan meluncurkan aksi bersama untuk menghadapi tantangan tahap berikutnya, dengan cara memperkuat ketabahan rakyat Palestina, menjaga identitas Yerusalem, dan mengembalikan pentingnya isu Palestina dalam kesadaran Arab, Islam dan internasional.

Jadwal acara konferensi

88Unduh

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru