Rilis dokumen yang telah lama ditunggu-tunggu terkait dengan pemodal yang dipermalukan Jeffrey Epstein telah memicu kontroversi baru di Amerika Serikat, setelah muncul laporan bahwa sejumlah gambar diam-diam dihapus dari akses publik tak lama setelah dipublikasikan.
Menurut laporan The New York Times, NPR dan Associated Press, sekitar 16 foto yang awalnya dapat diakses di portal dokumen Departemen Kehakiman AS yang dikenal sebagai “Perpustakaan Epstein” tidak dapat lagi dilihat. Di antara materi yang diduga dihapus adalah gambar yang menunjukkan foto Donald Trump yang dipajang di atas meja, serta foto format besar berisi cek senilai $22.500 yang dilaporkan ditandatangani oleh Trump.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan tersebut juga menyatakan bahwa beberapa gambar yang diambil secara offline berisi karya seni seksual eksplisit dan materi visual sensitif lainnya yang terkait dengan penyelidikan Epstein. Hilangnya file secara tiba-tiba telah memicu tuduhan penyensoran dan pengungkapan selektif, terutama mengingat nama-nama terkenal yang dirujuk dalam rilis dokumen yang lebih luas.
Belum ada penjelasan resmi yang diberikan Departemen Kehakiman AS terkait penghapusan gambar tersebut.
“Setiap upaya dilakukan untuk melindungi privasi”
Penafian yang dipublikasikan di situs web Perpustakaan Epstein menekankan pentingnya privasi pribadi, menyatakan bahwa semua upaya wajar telah dilakukan untuk meninjau, menyunting, dan mencegah pengungkapan informasi sensitif terkait korban dan individu, sesuai dengan tenggat waktu kongres.
Pernyataan tersebut juga mengakui bahwa, karena banyaknya materi yang dirilis, beberapa konten yang dapat diidentifikasi secara pribadi atau tidak pantas mungkin masih muncul, dan mendesak masyarakat untuk melaporkan masalah apa pun sehingga koreksi dapat segera dilakukan.
Dokumen Epstein dibuka untuk umum
Kontroversi ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump bulan lalu untuk menandatangani undang-undang yang mengizinkan akses publik terhadap ribuan halaman berkas kasus Epstein. Epstein, yang dituduh menjalankan jaringan pelecehan seksual berskala besar yang melibatkan anak di bawah umur, ditemukan tewas di sel penjaranya pada tahun 2019.
Dokumen yang dirilis tersebut mencakup referensi dan gambar yang berhubungan dengan sejumlah tokoh masyarakat dari dunia politik, hiburan, dan bisnis, sehingga memicu kembali perdebatan mengenai dugaan hubungan Epstein dengan kalangan berpengaruh dan sejauh mana transparansi resmi seputar kasus tersebut.
















