Kepala intelijen Turki Ibrahim Kalin pada hari Sabtu bertemu dengan delegasi kelompok Palestina Hamas di Istanbul untuk membahas perjanjian gencatan senjata di Gaza. Anadolu melaporkan.
Khalil al-Hayya, anggota Biro Politik Hamas dan kepala tim perundingan, memimpin delegasi tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Hamas mengatakan pihaknya mematuhi persyaratan gencatan senjata dan memberikan informasi mengenai pelanggaran yang dilakukan Israel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembicaraan juga berfokus pada upaya intensif negara penjamin Turkiye untuk memastikan penerapan gencatan senjata di Gaza dan langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan Israel.
Kedua belah pihak membahas kondisi yang diperlukan untuk melanjutkan ke tahap kedua Rencana Perdamaian Gaza dan cara-cara untuk mengatasi tantangan yang ada.
BACA: Menteri Luar Negeri Turki menghadiri pembicaraan Gaza dengan pejabat AS, Mesir, Qatar di Miami
Pertemuan tersebut mencakup penjelasan mengenai bantuan kemanusiaan Turki ke Gaza dan diskusi mengenai upaya yang sedang berlangsung dengan negara-negara regional dan organisasi internasional untuk memastikan masuknya lebih banyak bantuan, khususnya tenda.
Kedua delegasi menegaskan kembali komitmen mereka terhadap rekonsiliasi nasional Palestina dan tujuan pembentukan negara Palestina merdeka.
Palestina menuduh Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 10 Oktober yang menghentikan perang dua tahun yang telah menewaskan hampir 70.700 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.
Menurut Kementerian Kesehatan, setidaknya 395 warga Palestina telah tewas dan 1.088 lainnya terluka dalam serangan Israel sejak gencatan senjata.
BACA: Sekjen PBB memperingatkan peningkatan kelaparan di Gaza 'rapuh' karena 1,6 juta penduduk masih menghadapi kerawanan pangan ekstrem
















