Israel menuduh Hamas melanggar gencatan senjata di Gaza, dan menyatakan akan membalasnya

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

24 Desember (Reuters) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata di Gaza setelah seorang perwira militer terluka oleh alat peledak di Rafah dan Israel bersumpah akan membalas.

Kantornya mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Hamas harus sepenuhnya menjunjung tinggi perjanjian Oktober tersebut, dan mencatat bahwa perjanjian tersebut membayangkan kelompok militan tersebut akan disingkirkan dari kekuasaan di Gaza serta demiliterisasi dan deradikalisasi wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Israel akan meresponsnya dengan tepat,” tambah pernyataan itu.

Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa sebuah alat peledak meledak di kendaraan militer di wilayah Rafah selatan Gaza dan seorang petugas terluka ringan.

Kekerasan telah mereda namun belum berhenti sejak gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober, dan kedua belah pihak sering menuduh satu sama lain melanggar gencatan senjata. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan Israel telah membunuh lebih dari 400 orang di wilayah tersebut sejak gencatan senjata diberlakukan.

Rencana berisi 20 poin yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump pada bulan September menyerukan gencatan senjata awal yang diikuti dengan langkah-langkah menuju perdamaian yang lebih luas. Hal ini pada akhirnya menyerukan Hamas untuk melucuti senjatanya dan tidak lagi mempunyai peran dalam pemerintahan di Gaza dan agar Israel menarik diri dari wilayah tersebut, yang masih hancur setelah dua tahun perang.

Para pihak belum sepenuhnya menyetujui segala isinya. Hamas mengatakan mereka hanya akan menyerahkan senjatanya jika negara Palestina sudah terbentuk.

(Laporan oleh Ahmed Elimam dan Nayera Abdallah; Disunting oleh Alexander Smith dan Gareth Jones)


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru