Pusat Informasi Palestina
Dua warga menjadi syahid dan tiga lainnya luka-luka – hari ini, Sabtu – akibat penargetan pesawat tak berawak Israel di utara Gaza, sementara seorang petugas pertahanan sipil tewas akibat luka-lukanya dalam sasaran serupa kemarin, Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber lokal melaporkan kedatangan syahid, Rafiq Muhammad Al-Attar, Ahmed Sabri Al-Attar, dan 3 orang luka ke Rumah Sakit Al-Shifa, menyusul serangan quadcopter Israel di bundaran Al-Atatreh, utara Gaza.
Sumber lokal melaporkan bahwa petugas pertahanan sipil Suhail Dahman meninggal akibat luka yang dideritanya kemarin ketika pendudukan menargetkan sekitar Masjid Al-Rabat di proyek Beit Lahia di Gaza utara.
Kemarin, Jumat, drone bunuh diri pasukan pendudukan menjatuhkan bom di dekat Masjid Al-Rabat di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, mengakibatkan dua orang terluka di daerah Al-Faluga.
Pesawat pendudukan Israel melancarkan – saat fajar pada hari Sabtu – serangan intensif di berbagai wilayah di Jalur Gaza timur, bersamaan dengan penembakan artileri dan tembakan yang terkonsentrasi di Garis Kuning dan sekitarnya.
Sumber medis melaporkan bahwa seorang warga terluka di Jalur Gaza utara, sementara pasukan pendudukan melakukan operasi pengeboman di kawasan Sheikh Zayed di Jalur Gaza utara.
Pesawat pendudukan melancarkan serangan di timur Kota Gaza, dan menyerang di timur Khan Yunis.
Pesawat pendudukan juga melancarkan serangan di kota Rafah, di selatan Jalur Gaza, dan serangan di timur kamp Al-Maghazi di tengah Jalur Gaza.
Pasukan pendudukan Israel terus melanggar gencatan senjata yang diumumkan di Jalur Gaza, melalui operasi pengeboman dan penembakan yang berulang kali, serta meledakkan rumah warga di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Sejak dimulainya perjanjian gencatan senjata pada 10 Oktober, lebih dari 370 warga negara telah menjadi martir, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak, perempuan dan orang tua, serta lebih dari 920 orang terluka.
















