17 seniman Portugis mengumumkan boikot Eurovision – RakyatPos.id

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah Islandia bergabung dengan Irlandia, Spanyol, Belanda, dan Slovenia yang mengundurkan diri dari Eurovision 2026, 17 musisi Portugis yang berkompetisi dalam acara seleksi nasional Festival da Cancao mengatakan mereka akan menolak mewakili Portugal meskipun terpilih untuk kontes lagu tahun depan, Anadolu laporan.

Para peserta dalam kontes internal untuk memilih seorang wakil mengeluarkan pernyataan yang memprotes partisipasi kontroversial Israel dalam kontes tersebut, menurut Euronews.

“Dengan kata-kata dan nyanyian, kami bertindak sesuai kemungkinan yang diberikan. Kami tidak menerima keterlibatan dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia,” kata pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meskipun Rusia dilarang menghadiri Eurovision 2022 karena alasan politik, kami terkejut melihat sikap yang sama tidak diambil terhadap Israel, yang menurut PBB, melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza,” tambahnya.

Sebagai tanggapan, lembaga penyiaran publik Portugal RTP mengatakan: “Terlepas dari keputusan artis yang menyetujui pernyataan tersebut, RTP akan sekali lagi menyelenggarakan Festival da Canção dan menegaskan kembali partisipasinya di Kontes Lagu Eurovision 2026.”

Salvador Sobral, satu-satunya pemenang Eurovision dari Portugal, juga mengkritik posisi RTP dalam video yang dibagikan di media sosial, dan menuduh penyiar tersebut “pengecut politik.”

Sementara itu, kemarahan publik telah menyebar ke seluruh Portugal, yang berujung pada peluncuran petisi yang menyerukan agar negara tersebut segera menarik diri dari Eurovision.

Petisi tersebut, yang telah mengumpulkan lebih dari 22.000 tanda tangan, berpendapat bahwa dukungan RTP terhadap partisipasi Israel “menempatkan Portugal pada sisi sejarah yang salah.”

“Sikap ini tidak dapat diterima dalam menghadapi bencana kemanusiaan dan serangan militer yang sedang berlangsung di Jalur Gaza, dan dalam menghadapi skandal kecurangan pemilu yang merusak pemilu tahun 2025 di Basel, yang membuktikan ketidakmampuan organisasi tersebut (EBU) untuk mengekang politisasi acara tersebut,” kata petisi tersebut.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus
Warga Korowai Dikabarkan Kabur, Tiga Tewas Tertembak
Kaesang Ingin Buktikan Pengaruh Jokowi dan 'Goyangkan' Suara PDIP di Jateng V
Ajudan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Satuan Anggota Polri Diduga Bocorkan Sprinlidik, Peras Bupati Pemalang hingga Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:28 WIB

Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terbaru